Trump Umumkan Investigasi Jurnalis Saudi yang Menghilang, tapi...

Kompas.com - 12/10/2018, 13:24 WIB
Massa demonstran menuntut pembebasan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang dikabarkan hilang sejak memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada Selasa (2/10/2018).AFP / OZAN KOSE Massa demonstran menuntut pembebasan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang dikabarkan hilang sejak memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada Selasa (2/10/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bakal menggelar penyelidikan terhadap jurnalis Arab Saudi yang menghilang selama sepekan.

Dalam wawancaranya dengan Fox News Kamis (11/10/2018), Trump menyatakan dia tidak menyukai dengan kabar menghilangnya Jamal Khashoggi sejak 2 Oktober lalu.

"Kami punya penyelidik di sana. Kami bakal bekerja sama baik dengan Turki maupun dengan Saudi," tegas presiden 72 tahun itu dikutip The Guardian.

Baca juga: Turki Klaim Punya Bukti Rekaman Suara Pembunuhan Jurnalis Saudi

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauert menjabarkan pernyataan berbeda. Dia berujar pemerintah masih baru menawarkan bantuan penyelidikan kepada Ankara.

Dia tidak menjawab upaya awak media untuk mengonfirmasi pernyataan Trump apakah benar penyelidik AS telah berada di Turki.

Heather hanya mengungkapkan Duta Besar Saudi untuk AS sekaligus adik Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Khalid, telah pulang ke Riyadh.

"Kami telah berkata kepada beliau bahwa kami meminta perkembangan informasi terkait kasus itu sekembalinya ke Washington," ucap Nauert.

Trump melanjutkan, meski dia mengumumkan bakal menggelar investigasi, dia tidak berniat untuk menangguhkan penjualan senjata ke negara kaya minyak tersebut.

Presiden ke-45 dalam sejarah AS itu menuturkan, tak bisa dibenarkan menangguhkan penjualan senjata karena nilai transaksi yang besar.

The Washington Post memberitakan pada kunjungan pertamanya, Trump mengumumkan penjualan senjata senilai 110 miliar dollar AS, sekitar Rp 1.671 triliun, ke Saudi.

"Saya tidak suka dengan kasus ini. Namun untuk menghentikan penjualan apa untungnya bagi kami?" tanya presiden dari Partai Republik tersebut.

Dia menjelaskan dampak ekonomi yang terjadi jika menghentikan penjualan persenjataan. "Saya pikir itu bakal menjadi pil pahit bagi AS," terangnya.

Namun, ucapan Trump tersebut mendapat sikap kontra dari anggota Senat baik dari Partai Republik maupun Demokrat.

Baca juga: Kasus Jurnalis Menghilang, Erdogan: Alasan Saudi Tak Masuk Akal

Bob Menendez dari Demokrat berkata, dia bakal menghentikan proses pengiriman rudal pandu-presisi pasca-kabar tentang Khashoggi menyeruak.

Pendapat yang sama diutarakan Bob Corker yang memaparkan dia telah memberi tahu pabrikan senjata untuk tak memulai produksi.

"Saya sudah meminta mereka untuk tak macam-macam karena sudah pasti tak bakal diizinkan," tutur Corker diwartakan CNN.

Sebelumnya, Khashoggi dilaporkan menghilang setelah memasuki gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turkl, guna mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya Hatice Cengiz.

Saudi bersikukuh kontributor Washington Post itu telah keluar dari gedung dengan selamat. Tapi pendapat berbeda diungkapkan pejabat anonim Turki.

Pejabat anonim itu menjelaskan Khashoggi dibunuh dan jenazahnya dimutilasi oleh 15 orang di dalam gedung yang datang menggunakan dua penerbangan berbeda.

Khashoggi, yang notabene mantan penasihat pemerintah, melarikan diri dari Saudi dan tinggal di Amerika Serikat (AS) sejak September 2017.

Dalam ulasannya di The Post, jurnalis berumur 59 tahun itu acap mengkritik kebijakan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman maupun keterlibatan Saudi di Yaman.

Baca juga: Putra Mahkota Saudi Disebut Perintahkan Operasi Penahanan Jurnalis yang Hilang

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Kisah Pengembangan dan Kiprah Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Kisah Pengembangan dan Kiprah Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Internasional
Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Internasional
Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Internasional
Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

Internasional
YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

Internasional
PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

Internasional
Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Internasional
Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Internasional
Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Internasional
Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Internasional
Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Internasional
Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Internasional
Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Internasional
Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Internasional

Close Ads X