Satu Keluarga Rohingya Dilaporkan Kembali ke Myanmar dari Bangladesh

Kompas.com - 11/10/2018, 22:22 WIB
Kaum minoritas Rohingya di balik pagar kawat berduri di perbatasan distrik Maungdaw di Rakhine, 18 Maret 2018. Gelombang pengungsi Rohingya yang memasuki wilayah Bangladesh turut meningkatkan bahaya penyelundupan narkoba ke negara itu. AFP/JOE FREEMANKaum minoritas Rohingya di balik pagar kawat berduri di perbatasan distrik Maungdaw di Rakhine, 18 Maret 2018. Gelombang pengungsi Rohingya yang memasuki wilayah Bangladesh turut meningkatkan bahaya penyelundupan narkoba ke negara itu.

DHAKA, KOMPAS.com - Satu keluarga Rohingya beranggota lima orang dilaporkan telah menyeberang kembali ke Myanmar dari Bangladesh, di tengah kesepakatan pemulangan kedua negara yang terhenti.

Melansir dari AFP, satu keluarga Rohingya itu kembali ke negara bagian Rakhine di Myanmar pada Rabu (10/10/2018) pagi, sebagaimana diberitakan media pemerintah Myanmar, Global New Light.

Pemerintah Myanmar selalu mengumumkan setiap adanya warga Rohingya yang kembali, namun pihak Bangladesh menegaskan bahwa proses pemulangan resmi belum dimulai.

Komisioner kamp Rohingya di Bangladesh, Mohammad Abul Kalam mengatakan telah mendengar kabar satu keluarga yang pergi. Namun pihaknya belum menerima konfirmasi resmi terkait kembalinya mereka ke Myanmar.

Baca juga: Aung San Suu Kyi Janjikan Transparansi soal Krisis Rohingya

"Setiap orang bebas kembali jika mereka ingin. Namun proses pemulangan resmi belum dimulai," ujarnya dilansir AFP.

Abdur Rahim, seorang pemimpin kamp Rohingya di Bangladesh, mengatakan bahwa keluarga itu sebelumnya tinggal di kamp Balukhali di distrik Cox Bazar.

"Mereka kembali ke rumah mereka, dekat kota Maungdaw di Rakhine, kemarin," ujar Rahim.

Sementara PBB mengatakan telah melakukan survei awal pada September lalu untuk menilai kondisi desa-desa di Rakhine utara, kampung halaman warga Rohingya yang mengungsi.

Lebih dari 700.000 warga etnis minoritas Muslim Rohingya telah melarikan diri dari kekerasan yang dilakukan militer di kampung halaman mereka di Rakhine, Myanmar pada Agustus tahun lalu dan berlindung di Bangladesh.

Penyidik PBB telah menuduh militer Myanmar melakukan penghapusan etnis atau genosida dan menuntut para pejabat militer Myanmar agar diadili.

Namun pemerintah Myanmar dengan tegas menolak tuduhan tersebut dan menyebut militer mereka hanya melakukan pembelaan dari serangan militan Rohingya.

Otoritas Myanmar mengatakan, setidaknya 100 warga pengungsi Rohingya telah kembali dari Bangladesh dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Abaikan Peringatan PBB, India Deportasi Tujuh Warga Rohingya ke Myanmar

.

.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X