Protes Terhadap Pemerintah, Surat Kabar Lebanon Terbitkan Edisi Kosong

Kompas.com - 11/10/2018, 20:26 WIB
Surat kabar Lebanon, An-Nahar terbit dengan halaman kosong pada edisi Kamis (11/10/2018) sebagai protes atas situasi politik negeri yang tak kunjung membentuk pemerintahan baru. AFP / JOSEPH EIDSurat kabar Lebanon, An-Nahar terbit dengan halaman kosong pada edisi Kamis (11/10/2018) sebagai protes atas situasi politik negeri yang tak kunjung membentuk pemerintahan baru.

BEIRUT, KOMPAS.com - Sebuah surat kabar di Lebanon memutuskan terbit dengan delapan halaman kosong tanpa berita pada Kamis (11/10/2018).

Hal tersebut dilakukan surat kabar An-Nahar sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang tak kunjung membentuk pemerintahan baru meski telah digelar pemilihan umum pada lima bulan lalu.

Lebanon telah menggelar pemilihan parlemen pada 6 Mei lalu, pemilihan pertama sejak 2009. Namun hingga memasuki bulan Oktober, partai-partai politik belum menyepakati pemerintahan baru dan masih berdebat mengenai distribusi jabatan menteri.

"Kami sudah menunggu selama dua tahun sebelum akhirnya rakyat dapat memiliki hak untuk memilih wakil mereka di parlemen," kata Kepala Eksekutif Ah-Nahar, Nayla Tueni, dilansir AFP.

Baca juga: Diduga Terlibat Jaringan Prostitusi, Polisi Moral Lebanon Ditahan

"Berbulan-bulan kemudian untuk memilih seorang presiden dan kami telah menunggu lima bulan untuk terbentuknya kabinet," tambahnya dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.

Pemerintahan baru dibutuhkan segera untuk dapat menandatangani bantuan senilai 11 miliar dolar yang telah dijanjikan dalam konferensi pada April lalu.

Namun partai-partai politik di negara itu masih berselisih mengenai susunan kabinet baru.

Tueni menyebutkan, edisi kosong itu sebagai ekspresi rasa tanggung jawab moral yang mendalam dari sebuah lembaga pers terhadap bencana yang dialami negara, dalam hal ini bencana politik.

Surat kabar An-Nahar didirikan pada 1933 dan menjadi salah satu surat kabar harian terbesar di Lebanon.

Kelumpuhan politik dan krisis telah terjadi di Lebanon selama sepuluh tahun terakhir. Bahkan selama dua tahun antara 2014-2016 negara itu tidak memiliki presiden.

Kondisi tersebut membawa pada krisis ekonomi berkepanjangan dan utang negara menjadi di antara yang tertinggi di dunia.

Perdana Menteri Saad Hariri mengatakan pemerintah diharapkan akan segera terbentuk setelah Presiden Michel Aoun kembali dari perjalanan luar negeri, Jumat (12/10/2018).

Baca juga: Kelompok Aktivis Lingkungan Lebanon Tenggelamkan 10 Tank ke Laut Mediterania

.

.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Pangeran Harry Bela Meghan Markle | Dubes AS Jadi Kontroversi karena Kumis

[POPULER INTERNASIONAL] Pangeran Harry Bela Meghan Markle | Dubes AS Jadi Kontroversi karena Kumis

Internasional
Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X