Dihukum Mati 49 Tahun Silam, Pembelot Korut Dibebaskan dari Tuduhan

Kompas.com - 11/10/2018, 18:12 WIB
Ilustrasi pengadilan.Thinkstock Ilustrasi pengadilan.

SEOUL, KOMPAS.com - Pengadilan Korea Selatan ( Korsel) membersihkan tuduhan seorang pembelot Korea Utara ( Korut) yang telah dihukum mati 49 tahun silam.

Lee Soo Keun, mantan wakil kepala media Korut KCNA, menjadi perbincangan karena melakukan aksi dramatis ketika berusaha melarikan diri dari perbatasan di 1967.

Baca juga: Dua Pelaku Perkosaan Terhadap Bocah 8 Tahun Dihukum Mati

Dilansir AFP Kamis (11/10/2018), Lee menyusup ke kendaraan pasukan PBB yang sedang melakukan penyisiran daerah perbatasan Panmunjom.

Segera dia disambut sebagai pahlawan di Korsel. Bahkan dia menikahi perempuan setempat, dan sempat bekerja sebagai anggota intelijen di masa mendiang diktator Park Chung-hee.

Namun, kehidupan Lee tidak berjalan baik. Dia menjadi korban perundungan rekan-rekannya di kantor. Bahkan dituduh sebagai agen ganda.

Tekanan itu membuat Lee sempat berupaya melarikan diri dua tahun kemudian menuju Kamboja via Vietnam Selatan. Namun dia ditangkap intelijen Korsel di bandara Saigon.

Lee dibawa ke Seoul, dan menjalani persidangan dengan tuduhan sebagai mata-mata yang menyamar sebagai pembelot. Dia diputus bersalah pada 1969.

Beberapa bulan kemudian, dia menjalani hukuman mati tatkala umurnya 45 tahun. Kasusnya menjadi kampanye anti-komunis yang didengungkan Korsel selama beberapa dekade.

2017 lalu, Pengadilan Distrik Pusat Seoul membuka lagi kasusnya 10 tahun setelah laporan yang dikeluarkan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi.

Dalam laporannya, komisi menemukan fakta bahwa Lee dipaksa mengaku setelah sebelumnya dia disiksa dan dipenjara secara ilegal.

Dalam keterangan tertulis, pengadilan menyatakan Lee dituduh sebagai pengacara tanpa mendapat kesempatan untuk membela diri.

"Kini saatnya bagi negara untuk meminta maaf kepada keluarganya atas kekeliruan yang terjadi di masa rezim terdahulu," demikian penjelasan pengadilan.

Baca juga: Warga Australia Terdakwa Narkoba di Malaysia Dihukum Mati



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X