Senator AS Berikan Ancaman jika Jurnalis Saudi Benar-benar Dibunuh

Kompas.com - 11/10/2018, 15:26 WIB
Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.AFP/MOHAMMED AL-SHAIKH Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang Senator Amerika Serikat ( AS) mengaku gusar dengan kabar menghilangnya jurnalis Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Senator Lindsey Graham dari Komite Persenjataan Senat berujar, dia bakal berbicara dengan Duta Besar Saudi perihal kasus Jamal Khashoggi.

Dilansir CNBC Rabu (10/10/2018), senator asal Negara Bagian Carolina Selatan itu mengaku belum pernah segusar ini sebelumnya.

Baca juga: Putra Mahkota Saudi Disebut Perintahkan Operasi Penahanan Jurnalis yang Hilang

"Saya tidak ingin bertindak dengan gegabah. Namun penjelasan yang mereka (Saudi) berikan sangat tak masuk akal," keluh Graham.

Dia menyoroti kesimpulan yang diberikan pejabat anonim Turki kepada media AS New York Times bahwa Khashoggi dibunuh di dalam kantor Konsulat Saudi di Istanbul.

Khashoggi dikatakan dibunuh 15 orang di mana salah satunya merupakan pakar forensik yang membawa gergaji tulang untuk memutilasi tubuhnya.

Pejabat anonim itu menuturkan, 15 agen Saudi itu tiba menggunakan dua penerbangan berbeda Selasa pekan lalu (2/10/2018), atau hari di mana Khashoggi dilaporkan hilang.

Ke-15 orang itu meninggalkan gedung Konsulat Saudi beberapa jam kemudian. Otoritas Turki berhasil mengidentifikasi sebagian besar berasal dari dinas keamanan.

"Jika memang benar Khashoggi dibunuh, maka pelakunya bakal merasakan neraka. Jika benar pria itu dibunuh di konsulat, itu adalah pelanggaran," kata Graham.

Senator berusia 63 tahun itu melanjutkan, dia begitu mendukung Riyadh dengan menyatakan negara kaya minyak tersebut adalah sekutu berharga dalam perang melawan teror.

Bahkan di 2017, dia termasuk senator yang memberikan dukungan penjualan senjata senilai 500 juta dollar AS, atau Rp 7,6 triliun, ke Saudi.

"Jika kalian menginginkan Saudi tidak menjadi sekutu kita lagi. Berhati-hatilah dengan keinginan kalian," ujar Graham di 2016.

Namun saat ini dia menuturkan jika benar Khashoggi dibunuh Saudi, maka insiden itu adalah penghinaan bagi hubungan Saudi-AS maupun perjuangan yang dilakukan Washington.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X