Gempa Aleppo, Salah Satu Bencana Terdahsyat Sepanjang Sejarah - Kompas.com

Gempa Aleppo, Salah Satu Bencana Terdahsyat Sepanjang Sejarah

Kompas.com - 11/10/2018, 14:26 WIB
Ilustrasi Gempa Bumi

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Ilustrasi Gempa Bumi

 KOMPAS.com - Aktivitas gempa yang akhir-akhir ini melanda sejumlah wilayah Indonesia membuat masyarakat resah. Gempa yang mempunyai magnitudo besar berdampak kerusakan pada bangunan yang mereka tempati.

Selain itu, pergeseran lempeng di wilayah lautan bisa menimbulkan potensi tsunami.

Fenomena gempa juga pernah terjadi pada beberapa wilayah negara di Dunia. Salah satunya melanda wilayah Aleppo, Suriah.

Jauh sebelum bom menghujani Aleppo karena pertempuran antara militer di bawah pimpinan Presiden Suriah Bashar al-Assad dengan pemberontak, kota itu pernah dilanda gempa dahsyat.

Pada awal abad ke-12 kota Muslim kuno ini adalah rumah bagi puluhan ribu penduduk. Aleppo sendiri terletak pada batas lempeng antara lempeng Arab dan lempeng Afrika. Oleh sebab itu, wilayah ini rawan akan pergerakan lempeng yang berpotensi gempa.

Peristiwa diawali pada 10 Oktober 1138, dengan guncangan kecil yang melanda Aleppo. Warga kota mulai merasa ketakutan dan keresahan akibat dari getaran yang terjadi.

Mereka mulai mencari tempat aman dan mencari perlindungan. Selain itu, penduduk juga melarikan diri ke kota-kota sekitarnya.

Pada 11 Oktober 1138 saat puncak gempa terjadi, guncangan hebat melanda wilayah itu dan menyebabkan beberapa bangunan roboh. Warga yang menyelamatkan diri terkena dampaknya.

Dilansir dari Alaraby.co.uk, dinding benteng Aleppo runtuh dan rumah-rumah ambruk mengubur penduduk. Ketika tembok kota runtuh, bebatuan menuju ke jalan-jalan. Kota ini mengalami kerusakan yang luas.

Gempa itu diduga dirasakan hingga Damaskus, sekitar 220 mil (350 km) ke selatan. Gempa Aleppo adalah yang pertama dari beberapa yang terjadi antara 1138 dan 1139.

Di Azrab, sebuah desa yang terletak di tepi pegunungan Kuros, tanah rata karena gempa. Hal ini menyebabkan desa runtuh seluruhnya.

Seorang penulis sejarah kontemporer di Damaskus, Ibn al-Qalanisi mencatatkan bahwa hampir sekitar 230.000 orang tewas karena peristiwa ini.

Oleh sebab itu, peristiwa ini tercatat sebagai bencana alam terburuk di dunia. Walaupun belum diketahui seberapa besar magnitudonya.

Pasca-peristiwa itu, Aleppo menjadi kota yang ramai dan rumah bagi puluhan ribu penduduk meskipun mengalami banyak pergolakan dari pertempuran antara Muslim dan Tentara Salib.

.

.

.


Close Ads X