Habiskan Rp 230 Miliar untuk Belanja, Kekayaan Wanita Ini Diselidiki - Kompas.com

Habiskan Rp 230 Miliar untuk Belanja, Kekayaan Wanita Ini Diselidiki

Kompas.com - 11/10/2018, 14:16 WIB
Pusat perbelanjaan Harrods di London, Inggris.SHUTTERSTOCK Pusat perbelanjaan Harrods di London, Inggris.

LONDON, KOMPAS.com - Istri seorang bankir yang dipenjara di Azerbaijan kalah dalam persidangan untuk menjelaskan asal usul kekayaannya.

Kantor berita Press Association, Rabu (10/10/2018) mengabarkan, kecurigaan muncul saat perempuan itu memiliki dua properti bernilai 29 juta dolar atau sekitar Rp 442,6 miliar.

Badan Kriminal Nasional (NCA) Inggris sebenarnya sudah menyelidiki Zamira Hajiyeva terkait asal usul kekayaannya yang misterius.

Baca juga: Terlibat Pencucian Uang, Putri Mantan Presiden Peru Ditangkap


Perempuan ini juga diketahui menghabiskan 16 juta poundsterling atau sekitar Rp 322 miliar dalam satu dekade terakhir untuk berbelanja di toserba mewah, Harrods.

Pengadilan Tinggi Inggris dalam keputusannya menolak permohonan Zamira agar NCA berhenti menyelidiki dirinya dan mempertahankan anonomitasnya.

Sebelumnya, Zamira hanya disebut sebagai "Nyonya A" dan setelah identitasnya dibuka, kuasa hukum perempuan itu memiliki waktu sepekan untuk mengajukan banding.

Perintah pencabutan anonimitas itu dicabut setelah hakim tidak melihat adanya "kepentingan" untuk memperpanjang status tersebut.

Jika Zamira tak bisa menjelaskan asal usul uang untuk kedua aset propertinya, maka kemungkinan besar dia akan kehilangan asetnya itu.

Salah satu properti miliknya yang bernilai 11,5 juta poundsterling atau sekitar Rp 231,8 miliar, berada di kawasan mahal Knightsbridge, London.

Suami Zamira, Jahangir Hajiyev, dulu adalah pemimpin Bank Azerbaijan pada 2001 hingga mengundurkan diri pada 2015.

Jahangir kemudian dijatuhi hukuman penjara selama 15 tahun di negeri bekas Uni Soviet itu karena didakwa menipu dan menggelapkan uang.

Tahun ini, penegak hukum Inggris mendapat wewenang untuk mengejar orang-orang dengan kekayaan yang tak jelas asal usulnya demi memberantas korupsi.

Menurut aturan tersebut, seseorang terduga pelaku korupsi atau terkait dengan pelaku korupsi harus bisa menjelaskan uang untuk membeli properti di Inggris.

Penjelasan diperlukan jika diketahui pendapatan seseorang itu terlihat tidak sesuai atau mencukupi untuk membeli properti mahal.

"Keputusan pengadilan mempertahankan perintah untuk menjelaskan kekayaan terhadap Zamira Hajiyeva seharusnya tidak dilakukan untuk mencari kesalahan dirinya atau suaminya," ujar kuasa hukum Zamira.

"Perintah untuk menjelaskan kekayaan itu merupakan bagian investigasi NCA, bukan sebuah prosedur kriminal dan tidak melibatkan bukti adanya tindak pidana," tambah kuasa hukum.

Sementara itu, Donald Toon, direktur kejahanan ekonomi NCA mengatakan, pihaknya mendukung sistem hukum yang transparan dan terbuka.

"Sistem ini menunjukkan upaya kami untuk memastikan Inggris bukan sasaran empuk investasi memakai uang yang tak jelas asal usulnya," ujar Toon.

"Di saat kami tidak bisa memastikan sumber-sumber legal dana yang digunakan untuk membeli aset dan properti mahal maka langkah untuk mengungkap asal uang itu sudah benar," tambah dia.

Baca juga: Istri Najib Ditahan KPK Malaysia, Bakal Didakwa Pasal Pencucian Uang

Sementara itu, Transparansi Internasional Inggris menyambut baik perkembangan kasus ini.

"Kami gembira karena kasus pertama ini sudah bergulir di pengadilan, menegaskan efektifnya upaya membongkar  asal usul kekayaan yang mencurigakan," kata Direktur Transparansi Internasional, Duncan Hames.

Hames mengimbau para penyedia barang atau properti mewah di Inggris untuk mempertanyakan asal usul uang tersebut jika sang klien adalah seorang pelayan publik yang digaji negara.


Terkini Lainnya

Kronologi Penangkapan Bupati Cianjur, Dimulai Sejak Rabu Dini Hari

Kronologi Penangkapan Bupati Cianjur, Dimulai Sejak Rabu Dini Hari

Nasional
Orangtua Tak Izinkan Autopsi Jenazah, Polisi Kesulitan Cari Penyebab Kematian Eril Dardak

Orangtua Tak Izinkan Autopsi Jenazah, Polisi Kesulitan Cari Penyebab Kematian Eril Dardak

Regional
Rumah Orangtua Juru Parkir di Ciracas Dirusak Orang Tak Dikenal

Rumah Orangtua Juru Parkir di Ciracas Dirusak Orang Tak Dikenal

Megapolitan
Adik Bupati Trenggalek Ditemukan Meninggal dengan Wajah Tertutup Plastik, Ini Penjelasan Polisi

Adik Bupati Trenggalek Ditemukan Meninggal dengan Wajah Tertutup Plastik, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Korupsi Dana Pendidikan Diduga Sudah Sejak Bupati Cianjur Periode Sebelumnya

Korupsi Dana Pendidikan Diduga Sudah Sejak Bupati Cianjur Periode Sebelumnya

Nasional
KPK Minta Kakak Ipar Bupati Cianjur Segera Menyerahkan Diri

KPK Minta Kakak Ipar Bupati Cianjur Segera Menyerahkan Diri

Nasional
Suap untuk Bupati Cianjur Diberi Kode 'Cempaka'

Suap untuk Bupati Cianjur Diberi Kode "Cempaka"

Nasional
Ditangkap KPK, Bupati Cianjur Mundur dari Ketua DPW GP Nasdem Jabar

Ditangkap KPK, Bupati Cianjur Mundur dari Ketua DPW GP Nasdem Jabar

Nasional
Kaesang Pangarep Ajak Mahasiswa Berwirausaha: Tidak Harus Dunia Digital, 'Offline' Enggak Masalah

Kaesang Pangarep Ajak Mahasiswa Berwirausaha: Tidak Harus Dunia Digital, "Offline" Enggak Masalah

Regional
Bupati dan Kadis Cianjur Korupsi Dana Pendidikan 140 SMP

Bupati dan Kadis Cianjur Korupsi Dana Pendidikan 140 SMP

Nasional
Adik Bupati Trenggalek Meninggal di Kamar Indekos, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan

Adik Bupati Trenggalek Meninggal di Kamar Indekos, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan

Regional
McDonald's Bakal Kurangi Penggunaan Antibiotik pada Daging Sapi

McDonald's Bakal Kurangi Penggunaan Antibiotik pada Daging Sapi

Internasional
KPK Tetapkan Bupati Cianjur dan Kadis Pendidikan sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Cianjur dan Kadis Pendidikan sebagai Tersangka

Nasional
Cemburu, Pria Ini Bunuh Pacar Mantan Kekasihnya

Cemburu, Pria Ini Bunuh Pacar Mantan Kekasihnya

Regional
4.116 Lulusan Binus Siap Membangun Indonesia

4.116 Lulusan Binus Siap Membangun Indonesia

Edukasi

Close Ads X