Terpidana Mati Berusia 100 Tahun Berusaha Dapatkan Pengampunan

Kompas.com - 11/10/2018, 12:40 WIB
Paul Egbunuche (41) memeluk ayahnya, Celestine (100). Keduanya selama 18 tahun terakhir berstatus terpidana mati. Global Society For Anti-CorruptionPaul Egbunuche (41) memeluk ayahnya, Celestine (100). Keduanya selama 18 tahun terakhir berstatus terpidana mati.
|

ABUJA, KOMPAS.com - Pria bernama Celestine Egbunuche ini disebut sebagai terpidana mati tertua di Nigeria dan kini sekelompok aktivis menyuarakan pembebasannya.

Celestine kini berusia 100 tahun dan sudah mendekam di penjara selama 18 tahun setelah dinyatakan bersalah menjadi dalang sebuah pembunuhan.

Bertubuh kecil dan kini terlihat bungkuk, dia terlihat murung dengan pandangan kosong saat dia duduk di ruang besuk di lapas berkemanan maksimal Enugu, di wilayah tenggara Nigeria.

Mengenakan kaus berwarna putih, celana pendek, dan sandal jepit, Celestine mengangkat perlahan kepalanya.


Baca juga: Seorang Terpidana Mati di AS Minta Dieksekusi Pakai Kursi Listrik

Itulah cara dia mengetahui kehadiran seseorang di dekatnya.

Namun, dia lebih banyak diam. Amat kontras dengan keramaian di ruangan itu tempat para narapidana bertemu dengan keluarga mereka.

Putra Celestina, Paul Egbunuche (41), duduk di dekat ayahnya dan terus mengajaknya berbicara.

Paul menjalani juga menjalani hukuman di tempat tersebut dalam kasus yang sam dengan ayahnya.

Keduanya dinyatakan terbukti menyewa sejumlah orang untuk menculik dan membunuh seorang pria terkait sengketa tanah.

Paul bersikukuh dia tak bersalah setelah dia dan ayahnya ditahan pada 2000 dan divonis hukuman mati pada 2014.

Paul mengatakan, ayahnya tak bisa banyak berbicara dan sudah kesulitan menyadari kondisi di sekitarnya.

"Jika Anda menanyakan sesuatu kepadanya, dia akan menjawab hal lain. Dokter mengatakan semua itu disebabkan usianya, dia kembali seperti anak kecil," tambah Paul kepada wartawan BBC Afrika, Yemisi Adegoke.

Baca juga: Sri Lanka Siap Eksekusi 18 Terpidana Mati Kasus Narkoba

"Sesekali dia bertanya kepada saya, soal para narapidana yang lain. Dia bertanya apa yang mereka lakukan di sini," tambah Paul.

Paul mengatakan, dia nyaris tidak pernah meninggalkan ayahnya. Dia kini menjadi perawat sang ayah yang kesehatannya terus menurun.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turki 'Sandera' Sekitar 50 Senjata Nuklir AS yang Tersimpan di Pangkalan Udara Bersama

Turki "Sandera" Sekitar 50 Senjata Nuklir AS yang Tersimpan di Pangkalan Udara Bersama

Internasional
Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Internasional
Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X