Terlibat Pencucian Uang, Putri Mantan Presiden Peru Ditangkap

Kompas.com - 11/10/2018, 11:11 WIB
Keiko Fujimori, pemimpin oposisi dan putri mantan presiden Peru Alberto Fujimori, dikawal oleh petugas polisi di kantor Kehakiman, di Lima. Dia ditangkap pada Rabu (10/10/2018) karena dugaan pencucian uang yang melibatkan raksasa konstruksi Brasil, Odebrecht. (AFP/Juan Carlos VIVAS/ Peruvian Judiciary) Keiko Fujimori, pemimpin oposisi dan putri mantan presiden Peru Alberto Fujimori, dikawal oleh petugas polisi di kantor Kehakiman, di Lima. Dia ditangkap pada Rabu (10/10/2018) karena dugaan pencucian uang yang melibatkan raksasa konstruksi Brasil, Odebrecht. (AFP/Juan Carlos VIVAS/ Peruvian Judiciary)

LIMA, KOMPAS.com - Kepolisian Peru menangkap Keiko Fujimori, pemimpin oposisi sekaligus putri mantan presiden Peru Alberto fujimori.

Dia ditangkap pada Rabu (10/10/2018) karena diduga melakukan pencucian uang yang melibatkan perusahaan raksasa konstruksi Brasil, Odebrecht.

Keiko merupakan pemimpin partai terbesar di Kongres, Popular Force.

Baca juga: Sulit Dapat Pekerjaan di Peru, Puluhan Migran Venezuela Memilih Pulang

Diwartakan AFP, perempuan berusia 43 tahun itu ditangkap atas perintah jaksa yang menyelidiki kontribusi dalam kampanyenya, ketika mencalonkan diri sebagai presiden pada 2011.

"Persekusi telah disamarkan sebagai keadilan di negara kami," demikian kicaunya di Twitter.

BBC melaporkan, hakim memerintahkan penahanan terhadap Keiko dan suaminya untuk 1 hari bersama dengan 19 tersangka lainnya.

Jaksa menuding dia menerima sumbangan ilegal kepada partainya dari perusahaan Odebrecht. Namun, Keiko menyangkal tuduhan tersebut.

Dia dituduh memimpin kelompok kriminal dalam partainya untuk mengambil 1,2 juta dollar AS dari Odebrecht, yang digunakan selama kampanye pemilu presiden pada 2011.

Awal tahun ini, mantan Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski mengundurkan diri karena skandal tersebut.

Baca juga: Satu Suku Terasing Ditemukan di Perbatasan Peru dan Brasil

Penangkapan Keiko dilakukan sepekan usai pengampunan kepada ayahnya atas kejahatan terhadap kemanusiaan telah dicabut oleh pengadilan tinggi.

Alberto Fujimori akan kembali ke penjara untuk menjalani hukuman 25 tahun karena melanggar HAM.

Sementara, partainya mengalami kerugian terburuk dalam beberapa dekade terakhir pada pemilu daerah pada pekan lalu.



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X