Trump Desak Saudi Jelaskan soal Lenyapnya Jurnalis di Turki

Kompas.com - 11/10/2018, 08:27 WIB
Presiden Amerika Serika Donald Trump saat konferensi pers di Rose Garden, Gedung Putih, Washington DC pada Senin (1/10/2018). (AFP/Jim Watson) Presiden Amerika Serika Donald Trump saat konferensi pers di Rose Garden, Gedung Putih, Washington DC pada Senin (1/10/2018). (AFP/Jim Watson)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak pemerintah Arab Saudi untuk memberikan penjelasan atas hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi di Turki.

Jurnalis asal Saudi itu diduga telah dibunuh, usai memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada pekan lalu.

Pemerintahan Trump makin kuat meningkatkan tekanan, seakan membalikkan keadaan yang sebelumnya hanya sedikit merespons terkait kasus lenyapnya kontributor Washington Post itu pada Selasa (2/10/2018).

Trump mengaku telah berbicara lebih dari sekali pada tingkatan tertinggi dengan pejabat Saudi. Seperti diketahui, negara tersebut merupakan salah satu sekutu terdekat AS dan pasar utama bagi industri senjata AS.

Baca juga: Tunangan Jurnalis Saudi yang Hilang di Istanbul Minta Bantuan Trump

"Kami menuntut segalanya. Kami tidak bisa membiarkan ini terjadi kepada wartawan, kepada siapa pun," katanya, Rabu (10/10/2018), seperti diwartakan AFP.

"Kami sangat kecewa melihat apa yang terjadi. Kami tidak menyukainya," imbuhnya.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, dan asisten Trump sekaligus menantunya, Jares Kushner, telah berbicara dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman selama dua hari terakhir.

Namun, otoritas AS belum dapat mengonfirmasi klaim Turki mengenai Khashoggi yang dibunuh.

NPR mengabarkan, klaim otoritas Turki menyebutkan jurnalis tersebut dibunuh secara sadis. Seorang pejabat keamanan Turki mengatakan, dalam dua jam setelah tiba di konsulat Saudi, Khashoggi dibunuh, termasuk dengan dimutilasi.

Sementara, Washington Post melaporkan telah mendapat serangkaian cuplikan rekaman CCTV yang memperlihatkan sejumlah pergerakan dalam kasus pembunuhan atau penculikan Khashoggi.

Halaman:


Sumber AFP,NPR
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X