Pejabat Israel Sebut Tidak Ada Pengungsi Palestina di Yerusalem

Kompas.com - 10/10/2018, 20:18 WIB
Wali Kota Israel untuk Yerusalem, Nir Barkat. AFP / FREDERICK M BROWNWali Kota Israel untuk Yerusalem, Nir Barkat.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Wali Kota Israel untuk Yerusalem, Nir Barkat membuat pernyataan kontroversial dengan menyebut tidak ada pengungsi Palestina di kotanya.

Dalam sebuah wawancara, Nir Barkat, yang akan segera meninggalkan kantornya setelah pemilihan akhir bulan ini menyampaikan bahwa seluruh penduduk adalah sama.

"Saya melihat semua penduduk sebagai penduduk. Tidak ada penduduk yang tinggal di kota Yerusalem yang didefinisikan sebagai pengungsi," kata Barkat kepada The Associated Press.

"Kami akan memperlakukan mereka seperti penduduk lain di kota dan memberikan layanan terbaik yang kami bisa," tambahnya.

Sebelumnya, Barkat mengumumkan proposalnya yang ingin mengakhiri operasional lokal dari Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) yang ada di Yerusalem dan menggantinya dengan layanan kota.

Baca juga: Israel Berencana Pindahkan Kantor UNRWA Keluar dari Yerusalem

Barkat meminta kepada masyarakat internasional untuk mempertimbangkan usulannya itu.

Namun UNRWA melihat usulan tersebut sebagai serangan terbaru dari Israel dan AS untuk menghapus isu pengungsi di Yerusalem dari agenda internasional.

Sebelumnya, pemerintah AS telah menghapus bantuan untuk badan PBB tersebut yang berdampak pada terganggunya layanan untuk para pengungsi Palestina di bawah UNRWA yang disebut kini mencapai 5 juta jiwa.

Barkat sebelumnya juga pernah menuduh sekolah-sekolah yang didanai UNRWA telah menggunakan buku teks yang mempromosikan anti-Israel.

Israel pun bertekad melakukan revolusi terhadap sistem pendidikan Palestina, sesuatu yang dipandang rakyat Palestina sebagai sebuah upaya cuci otak terhadap kaum muda hingga akhirnya melegalkan tanah yang diduduki sebagai milik Israel.

Namun, rencana Barkat untuk menghapus UNRWA dari Yerusalem tersebut terkendala tidak adanya otoritas hukum menutup sebuah badan internasional yang dibentuk oleh Majelis Umum PBB beberapa dekade lalu dan terus mendapat dukungan internasional yang luas.

Selain itu, jika proposal Barkat disetujui dan memberikan layanan kepada lebih dari 12.000 warga Palestina di Yerusalem maka hal tersebut akan menambah beban bagi kota yang sebelumnya telah mengalami kekurangan dana.

Baca juga: UNRWA Berniat Lanjutkan Layanan di Yerusalem Timur Meski Diusir Israel

.

.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X