Argentina Protes Rencana Latihan Militer Inggris di Kepulauan Falkland

Kompas.com - 10/10/2018, 18:11 WIB
Penduduk Kepulauan Falkland memperhatikan monumen peringatan Perang Falkland antara Argentina dengan Inggris yang pecah pada 1982 dan menewaskan hampir 1.000 orang dari kedua kubu. AFP / JUAN MABROMATAPenduduk Kepulauan Falkland memperhatikan monumen peringatan Perang Falkland antara Argentina dengan Inggris yang pecah pada 1982 dan menewaskan hampir 1.000 orang dari kedua kubu.

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Pemerintah Argentina telah mengajukan protes formal kepada Kedutaan Inggris atas rencana digelarnya latihan militer yang akan dilakukan kerajaan itu di Kepulauan Falkland.

Buenos Aires telah memperhatikan dan mendapat informasi mengenai latihan militer Inggris yang akan berlangsung pada 15-29 Oktober mendatang.

Melansir dari AFP, pelatihan militer tersebut salah satunya akan melibatkan peluncuran rudal. Demikian disampaikan pihak kementerian luar negeri Argentina.

"Argentina menolak penyelenggaraan latihan militer di wilayah negara kami yang diduduki secara ilegal oleh Inggris," kata kementerian dalam pernyataannya, Selasa (9/10/2018).

Baca juga: Kanada Siap Pimpin Misi Latihan Militer NATO di Irak

Sebagaimana diketahui, kedua negara tersebut terlibat dalam perang pada 1982 di pulau-pulau Atlantik Selatan yang dikuasai Inggris itu.

Kementerian menambahkan, PBB bersama dengan Badan Internasional telah mendesak agar kedua negara melanjutkan proses negosiasi untuk mencapai solusi damai dan definitif terhadap sengketa kedaulatan tersebut.

Argentina juga telah melayangkan protes serupa dua tahun lalu, sementara Inggris berpendapat bahwa latihan militer yang diselenggarakan telah rutin digelar.

Sengketa kedua negara atas Kepulauan Falkland bermula dari Argentina di bawah diktator Leopoldo Galtieri yang mengirim pasukan untuk menduduki kepulauan itu.

Hal tersebut mendorong Inggris untuk turut mengirimkan pasukan ekspedisinya dan merebut kembali wilayah itu dari Argentina.

Akibat perang yang pecah pada 1982 tersebut, sebanyak 649 tentara Argentina tewas, sementara dari kubu Inggris, korban tewas mencapai 255 orang tentara.

Perang yang berlangsung selama 74 hari itu juga menewaskan tiga penduduk pulau.

Pihak Argentina berpendapat bahwa mereka mewarisi wilayah kepulauan tersebut sejak memperoleh kemerdekaan dari Spanyol pada abad ke-19.

Sementara Inggris menolak menegosiasikan status Kepulauan Falkland seperti keinginan Argentina karena hampir 3.000 penduduk kepulauan tersebut telah memilih untuk menjadi bagian dari Inggris dalam referendum yang digelar pada 2013.

Baca juga: Gelar Latihan Militer, Iran Uji Coba Rudal Anti-kapal

.

.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X