Pemerintah Yunani Larang Turis Gemuk Tunggangi Keledai

Kompas.com - 10/10/2018, 12:02 WIB
Keledai.Thinkstock Keledai.

ATHENA, KOMPAS.com - Pemerintah Yunani dikabarkan telah melarang para turis bertubuh gemuk menunggangi keledai.

Keputusan ini diambil setelah kelompok penyayang hewan mengklaim banyak keledai cedera akibat membawa turis gemuk.

Awal tahun ini, sejumlah foto dirilis yang memperlihatkan banyak keledai yang mengangkut turis bertubuh jumbo terseok-seok mendaki jalanan sempit di Pulau Santorini.

Baca juga: Presiden Venezuela Disamakan Keledai, 2 Pemadam Kebakaran Ditahan

Aktivis penyayang hewan mengklaim pekerjaan berat itulah yang membuat para keledai tersebut mengalami cedera tulang belakang.

Menurut para aktivis para keledai itu dipaksa mengangkut beban berat selama berjam-jam, tujuh hari sepekan, tanpa istirahat serta makanan atau minuman yang memadai.

Alhasil, Kementerian Pembangunan Desa Yunani merilis regulasi baru terkait perlindungan bagi para keledai.

Kementerian menetapkan, para keledai di Pulau Santorini tidak boleh mengangkut beban atau penumpang di atas 100 kilogram atau seperlima bobot badan mereka.

Pulau Santorini dikenal dengan kondisi geografisnya yang berbukit-bukit. Keledai secara tradisional memang digunakan untuk mengangkut beban dan barang.

Keledai amat berguna terutama untuk mencapai daerah-daerah yang sulit dicapai kendaraan bermotor misalnya di ibu kota Fira.

Pada Juni lalu, sejumlah lembaga amal mengatakan, begitu banyaknya turis bertubuh gemuk membanjiri Santorini sangat memengaruhi warga setempat.

Sebagian besar pemilik keledai terpaksa melakukan persilangan untuk menghasilkan bagal yang memiliki tubuh lebih besar dan tinggi sehingga bisa lebih kuat mengangkut beban.

Elsavet Chatzi (45), seorang sukarelawan dari Athena yang ikut memperjuangkan nasib para keledai Santorini, menyambut baik aturan baru dari pemerintah itu.

"Kondisi di Santorini sudah terjadi bertahun-tahun dan tak bisa diubah dalam satu hari," ujar Chatzi.

"Kami memenangkan pertarungan karena perhatian media terkait masalah ini. Tak ada yang percaya aturan baru ini terbit," tambah Chatzi.

Sementara itu organisasi penyayang hewan PETA juga telah memulai sebuah petisi dengan tema "Keledai di Santorini Disiksa dan Digunakan sebagai Taksi. Tolong mereka!"

Baca juga: Keledai di Kebun Binatang Mesir Dicat supaya Mirip Zebra

Namun, para aktivis lainnya menilai meski sudah terbit peraturan baru tidak ada yang berubah di Santorini.

"Tujuan kami bukan meningkatkan taraf hidup para budak tetapi membebaskan mereka," kata Maria Skourta (42) pemimpin Direct Action Everywhere cabang Athena.

"Meski para keledai ini sudah tak digunakan mengangkut turis, mereka masih digunakan untuk membawa semen, perabotan, dan beban berat lainnya," tambah Skourta.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X