Kini, Ada Menteri Khusus Tangani Pencegahan Bunuh Diri di Inggris - Kompas.com

Kini, Ada Menteri Khusus Tangani Pencegahan Bunuh Diri di Inggris

Kompas.com - 10/10/2018, 10:33 WIB
Ilustrasi stres dan gangguan kecemasantuaindeed Ilustrasi stres dan gangguan kecemasan

LONDON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Inggris Theresa May, menciptakan posisi menteri yang baru untuk secara khusus bertugas menangani pencegahan bunuh diri.

Mengisi posisi baru tersebut, May menunjuk Jackie Doyle-Price yang sebelumnya menjabat sebagai menteri kesehatan.

May mengatakan peran anyar itu akan membantu pemerintah Inggris dalam menghapus stigma seputar bunuh diri.

Baca juga: Inggris Peringatkan Saudi soal Hilangnya Jurnalis di Istanbul

Berdasarkan data terkini, setiap tahunnya 4.500 orang di Inggris merenggut nyawa mereka dengan bunuh diri.

Penunjukan Jackie Doyle-Price mengemuka selagi para menteri dan pejabat dari sedikitnya 50 negara berkumpul di London untuk menghadiri pertemuan global tentang kesehatan jiwa.

Pertemuan tersebut bertepatan dengan Hari Kesehatan Jiwa Dunia pada Rabu (10/10/2018).

"Kita bisa mengakhiri stigma yang membuat terlalu banyak orang menderita dalam kesunyian, serta mencegah tragedi bunuh diri mengambil terlalu banyak nyawa," kata May.

Selain menunjuk menteri pencegahan bunuh diri, May berikrar menggelontorkan 1,8 juta poundsterling atau sekitar Rp 36 miliar untuk lembaga Samaritans.

Dengan begitu, lembaga tersebut dapat membantu menyediakan jasa konseling gratis selama empat tahun mendatang.

Baca juga: Studi: Veteran Tentara Inggris yang Pernah Bertugas di Wilayah Konflik Lebih Rentan Stres

Profesor Louis Appleby dari Universitas Manchester, yang merupakan salah seorang pakar dalam aksi bunuh diri, mengatakan penunjukan menteri pencegahan bunuh diri merupakan langkah penting.

Menurutnya, bunuh diri bukan hanya berkaitan dengan masalah kesehatan, tapi juga menjadi urusan berbagai badan pemerintah.

Disebutkan Appleby, adanya seorang menteri yang khusus menangani pencegahan bunuh diri akan membuka "banyak pintu" dan membuat perbincangan soal pencegahan hingga penanganan bunuh diri menjadi lebih mudah.

Meski demikian, ada pula pihak yang mengkritik pemerintah soal kesehatan jiwa.

Marjorie Wallace, direktur lembaga amal untuk kesehatan jiwa Sane, menilai sesuatu yang mengejutkan Inggris menjadi tuan rumah pertemuan global soal kesehatan jiwa ketika setiap hari ada orang tak ditangani karena kurangnya perawat dan dokter.

Baca juga: Universitas di Inggris Ini Larang Tepuk Tangan di Acara Kampus

"Kegagalan layanan psikiatrik punya dampak sosial dan ekonomi yang besar," kata Wallace.

"Selama beberapa pekan terakhir ada berbagai laporan megenai orang yang ditahan di sel polisi hingga enam hari karena ranjang di layanan kesehatan tidak cukup," ucapnya.

"Lalu anak-anak yang dirujuk ke spesialis ditolak, dan sejumlah orang mengalami kerusakan karena harus menunggu lama untuk mendapat perawatan," imbuhnya.


Close Ads X