Kompas.com - 09/10/2018, 20:52 WIB
|

"Selama beberapa tahun terakhir hanya ada mereka berdua di rumah," tambah dia.

Perempuan itu menambahkan, adiknya yang tinggal di belakang rumah sang ayah mendengar korban dan tersangka bertengkar sekitar pukul 20.00.

"Tetangga mengatakan, saudara saya itu memegang senjata dan berjalan mondar mandir di dalam rumah," ujar perempuan yang tak mau disebutkan namanya itu.

Polisi yang tiba di lokasi kejadian pada sekitar pukul 13.30 menemukan tersangka di dalam rumah.

"Investigasi awal memperlihatkan ada ceceran darah di lima kamar rumah itu. Saat ditanyai, tersangka menunjukkan kepala ayahnya yang dia kubur di belakang rumah," tambah Yahya.

"Saat ditanya soal bagian tubuh yang lain, tersangka mengatakan melemparkannya ke dalam tangki penampung air kotor. Potongan tubuh itu terpisah 12 meter dari kepalanya," lanjut dia.

Setelah melakukan pemeriksaan polisi juga menemukan sebilah parang sepanjang 60 centimeter yang diyakini digunakan tersangka untuk memutilasi tubuh korban.

Baca juga: Demi Ritual Ilmu Hitam, Tiga Kakak Beradik Mutilasi Ibu Kandung Mereka

Tersangka adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Dia memiliki dua anak dari istri yang sudah diceraikan.

Mantan istri dan kedua anaknya itu sekarang tinggal di Singapura. Tersangka pernah bekerja sebagai kontraktor tetapi selama tiga bulan terakhir dia menganggur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.