Kompas.com - 09/10/2018, 11:45 WIB
|

DARWIN, KOMPAS.com - Komandan korps marinir AS di Australia dicopot dari jabatannya setelah diketahui mengemudi mobil dalam kondisi mabuk. Demikian Korps Marinir, Senin (8/10/2018).

"Kolonel James Schnelle komandan pasukan Marinir di Darwin, Australia dibebastugaskan pada 30 September karena melakukan pelanggaran," kata juru bicara Korps Marinir AS, Letnan Satu David Mancilla.

Schnelle (48) hadir di pengadilan Darwin pada Senin dan mengaku bersalah telah mengemudi sambil mabuk pada 30 September lalu.

Baca juga: Pengemudi Mabuk, Mobil Tersangkut di Lantai Dua Gedung

Sebelumnya, dia minum-minum di sebuah kelab malam di Mitchel Street sebelum pulang ke kediamannya, yang tak jauh dari kelab malam itu, dengan menggunakan mobil.

Harian The Miami Herald mengabarkan, setelah melakukan tes pernapasan kadar alkohol dalam darah sang komandan mencapai 0,102 persen, lebih dari dua kali lipat batas maksimal yaitu 0,05 persen.

Akibatnya, pengadilan menjatuhkan hukuman denda terhadap Schnelle sebesar 500 dolar ditambah pajak 150 dolar serta pembekuan surat izin mengemudi selama enam bulan.

Namun, kuasa hukum Schnelle mencoba membela kliennya dengan menekankan pada fakta bahwa sang komandan tidak pernah melakukan pelanggaran hukum.

"Pria ini memiliki karakter yang baik. Dia tidak pernah berurusan dengan hukum di mana pun dan sudah memberikan kontribusi kepada masyarakat," ujar sang kuasa hukum.

Sedangkan, Schnelle mengatakan, kesalahan pribadinya seharusnya tidak dikaitkan dengan pencapaian pasukan yang dipimpinnya.

"Sebuah pondasi yang solid sudah dibentuk, baik dalam level taktis, operasional, dan strategis. Masa depan pasukan ini amat baik," ujar Schnelle.

Baca juga: Nyetir Sambil Mabuk, Miliuner Muda Norwegia Didenda Rp 408 Juta

Selain mencopot Schnelle, Korps Marinir AS juga mengumumkan menunjuk Letnan Kolonoe Jeramy Brady untuk menggantikan Schnelle hingga kontingen ini dirotasi.

Saat ini, sebanyak 1.500 perseonel Korps Marinir AS ditempatkan di Darwin, Australia. Jumlah pasukan ini nantinya akan bertambah hingga 2.500 personel.

.

.

.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.