Selidiki Dugaan Korupsi, Jurnalis Bulgaria Diperkosa dan Dibunuh

Kompas.com - 09/10/2018, 11:13 WIB
Viktoria Marinova, jurnalis asal Bulgaria yang diperkosa dan dibunuh karena menyelidiki dugaan korupsi yang melibatkan dana Uni Eropa. Facebook via Russian TodayViktoria Marinova, jurnalis asal Bulgaria yang diperkosa dan dibunuh karena menyelidiki dugaan korupsi yang melibatkan dana Uni Eropa.

RUSE, KOMPAS.com - Seorang jurnalis perempuan di Bulgaria diperkosa dan dibunuh karena menyelidiki kasus korupsi yang melibatkan dana Uni Eropa (UE).

Jenazah Viktoria Marinova ditemukan di sekitar trek jogging sekitar Sungai Danube di kota Ruse Sabtu pekan lalu (6/10/2018).

Dari hasil pemeriksaan, jurnalis televisi lokal TVN itu diperkosa dan disiksa sebelum dibunuh dengan luka di bagian kepala dan dicekik.

Baca juga: Trump Angkat Bicara Soal Hilangnya Jurnalis Saudi di Istanbul

Jaksa Penuntut Ruse Georgy Georgiev dikutip Sky News Senin (8/10/2018) berkata ponsel, kacamata, kunci mobil, dan beberapa pakaiannya hilang.

Pakar kriminologi berpengalaman kepada media lokal, kematian Marinova mengejutkan. Pasalnya kota itu tak pernah mendapat kasus pembunuhan yang terbilang brutal.

Sebelum dibunuh, jurnalis berusia 30 tahun itu sempat membawakan acara bernama Detector yang mengudara pada 30 September lalu.

Dalam acara itu, Marinova mewawancarai jurnalis investigasi Dimitar Sotyanov dari situs Bivol.bg dan Attila Biro dari Proyek Pengembangan Romania.

Dalam wawancara tersebut mereka membahas dugaan penipuan dana UE yang melibatkan pengusaha besar dan politisi di Bulgaria.

Dalam penjelasannya, polisi menjelaskan tidak ada bukti pembunuhan Marinova ada hubungannya dengan penyelidikan dugaan korupsi.

Selain itu, mereka mengaku tidak menerima informasi dia diancam sebelum dibunuh. Namun, pendapat berbeda disuarakan pemilik Bivol.bg Asen Yordanov.

Yordanov menyatakan dia menerima kabar yang terpercaya bahwa hidup Marinova dalam bahaya dikarenakan materi berita yang disajikannya.

"Dilihat dari cara pembunuhannya, kematian Marinova menurut saya merupakan bentuk eksekusi. Sesuatu seperti peringatan," papar Yordanov.

Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borisov menuturkan jajarannya sudah mengumpulkan banyak bukti termasuk DNA, dan berjanji bakal segera menangkap pelakunya.

Perwakilan Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa Harlem Desir menulis di Twitter seperti dikutip Russian Today bahwa dia bakal memantau penyelidikan.

Marinova menjadi jurnalis yang dibunuh di Eropa dalam setahun terakhir. Sebelumnya, wartawan Slovakia Jan Kuciak ditembak mati Februari lalu.

Kemudian jurnalis investigasi terkenal Malta, Daphne Caruana Galizia, tewas setelah mobil yang ditumpanginya meledak pada Oktober 2017.

Baca juga: Keluarga Jurnalis Malta yang Tewas Layangkan Gugatan Hukum kepada Polisi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Pangeran Harry Bela Meghan Markle | Dubes AS Jadi Kontroversi karena Kumis

[POPULER INTERNASIONAL] Pangeran Harry Bela Meghan Markle | Dubes AS Jadi Kontroversi karena Kumis

Internasional
Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X