Kompas.com - 08/10/2018, 21:38 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Taliban mengancam bakal melancarkan serangan dan menargetkan pasukan keamanan pemerintah saat pemilihan parlemen yang dijadwalkan digelar pada 20 Oktober mendatang.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mijahid, dilansir AFP, mengatakan bahwa kelompok militan tidak akan berhenti berupaya menggagalkan jalannya pemungutan suara yang dianggap sebagai persengkokolan dengan Amerika.

Mereka juga mendesak kepada para pemilih untuk memboikot jalannya pemilihan.

Pernyataan Taliban itu datang saat utusan perdamaian AS, Zalmay Khalilzad, tengah menggelar pertemuan dengan para pemimpin Afghanistan untuk mendiskusikan langkah mengakhiri peperangan yang telah berlangsung selama 17 tahun.

Baca juga: Taliban Sergap Bus dan Culik 100 Orang di Afghanistan

Walaupun bersumpah akan melancarkan serangan saat pemilu, Taliban berjanji untuk menghindari jatuhnya korban warga sipil.

"Namun jika ada orang yang berusaha membantu mensukseskan maupun mengamankan jalannya pemilihan maka dia juga akan menjadi target."

"Tidak ada yang boleh ditinggalkan demi mencegah dan menggagalkan pemilihan," ujar Mujahid dalam pernyataan berbahasa Inggris yang telah dirilis pada Senin (8/10/2018).

Kementerian Dalam Negeri Afghanistan membantah pernyataan Taliban dan menyebutnya sebagai bisikan dari pendukung asing mereka.

Kementerian juga menegaskan akan siap menjaga keamanan, terutama bagi para pemilih, saat digelarnya pemilu.

Sementara Kepala Eksekutif Afghanistan, Abdullah Abdullah, yang setara perdana menteri, menyambut baik kedatangan utusan perdamaian AS, Zalmay Khalilzad, dan menyampaikan pidatonya yang disiarkan televisi, Senin (8/10/2018).

"Kami percaya dengan lebih banyak perhatian diberikan dalam proses (perdamaian) maka akan ada peluang bagus untuk tercapai keberhasilan," ujarnya.

Khalilzad, mantan duta besar AS untuk Kabul, Baghdad dan PBB, tengah dalam perjalanan regional selama 10 hari dan akan mengunjungi Pakistan, Uni Emirat Arab, Arab Saudi dan Qatar.

Baca juga: Taliban Kuasai Pangkalan Militer di Afghanistan Utara

.

.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.