Kompas.com - 08/10/2018, 14:32 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun. AFP PHOTO/THE STRAIT TIMES/KEVIN LIMPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menantikan pertemuan kedua dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un.

Dilansir New York Post Minggu (7/10/2018), Trump mengomentari pertemuan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dengan Kim di Pyongyang.

Baca juga: Bertemu Menlu AS, Kim Jong Un Sepakat Digelarnya KTT Kedua AS-Korut

Dalam kicauannya di Twitter, presiden 72 tahun itu menuturkan pertemuan Pompeo dengan Kim menghasilkan kemajuan dalam penerapan Kesepakatan Singapura.

"Saya tak sabar untuk segera bertemu kembali dengan Pemimpin Kim di masa mendatang," ujar presiden ke-45 dalam sejarah AS tersebut.

Di Pyongyang, Pompeo membahas tentang kemungkinan adanya pertemuan jilid kedua antara Trump dan Kim sejak Singapura 12 Juni lalu.

Juru bicara Kepresidenan Korea Selatan (Korsel) Yoon Young-chan berkata, keduanya juga membahas proses denuklirisasi di Semenanjung Korea.

AFP mewartakan, Pompeo menjelaskan Kim telah setuju untuk mengizinkan adanya peninjau internasional mendatangi situs nuklir Punggye-ri.

Situs itu dilaporkan telah diledakkan pada 24 Mei dengan mengundang jurnalis dari seluruh dunia. Namun, mereka dilarang mendekati Punggye-ri.

"Pemimpin Kim berkata dia sudah siap membiarkan para peninjau masuk ke Punggye-ri," kata mantan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) itu.

Masuknya para peninjau internasional, tutur Pompeo, dilaksanakan setelah kedua negara menyepakati soal isu logistik.

Dia menyebut proses denuklirisasi di Semenanjung Korea masih panjang. Namun, dia menjabarkan pembicaraan dengan Kim berada dalam kondisi yang positif.

Media Korut seperti KCNA dan Rodong Sinmun memberitakan Kim menyampaikan terima kasih kepada Trump karena sudah berupaya keras menerapkan Deklarasi Singapura.

Baca juga: Menlu AS Bakal Temui Kim Jong Un Pekan Ini di Pyongyang



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X