Bertemu Menlu AS, Kim Jong Un Sepakat Digelarnya KTT Kedua AS-Korut

Kompas.com - 08/10/2018, 08:33 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kanan) bertemu di Paekhwawon State Guesthouse di Pyongyang, Korea Utara. Foto ini diambil pada Minggu (7/10/2018) oleh Kantor Berita Korea Utara (KCNA). (AFP) Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kanan) bertemu di Paekhwawon State Guesthouse di Pyongyang, Korea Utara. Foto ini diambil pada Minggu (7/10/2018) oleh Kantor Berita Korea Utara (KCNA). (AFP)

SEOUL, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sepakat untuk menggelar konferensi tingkat tinggi kedua antara Korut dan Amerika Serikat secepatnya.

Kesepakatan itu dicapai setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bertemu dengan Kim Jong Un pada Minggu (7/10/2018) pagi di Pyongyang. Ini merupakan kunjungan keempat Pompeo ke Korea Utara.

Sekitar dua jam diskusi, pertemuan keduanya dilanjutkan dengan makan siang. Kemudian, Pompeo melanjutkan perjalanan ke Seoul, Korea Selatan.

Baca juga: Sejak Kim Jong Un Berkuasa, Jumlah Pembelot Korea Utara Menurun

"Dia sepakat dengan Ketua Kim untuk mengadakan KTT kedua AS-Korut dalam waktu secepat mungkin," demikian pernyataan dari kantor kepresidenan Korea Selatan, seperti diwartakan AFP.

Dalam pertemuan Pompeo dan Kim Jong Un di Pyongyang, keduanya juga membahas langkah denuklikrisasi yang akan diambil Korut.

Dilaporkan Yonhap News, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha mengklaim, kunjungan Menlu AS ke Korut menuai keberhasilan.

"Sepertinya itu telah membawa hasil yang baik," katanya.

Dia mengadakan pertemuan makan malam dengan Pompeo di Seoul, namun Kang tidak merinci lebih lanjut hasil dari kunjungan Pompeo ke Pyongyang.

Menurut dia, tidak ada pembicaraan tentang tanggal pasti KTT kedua AS-Korut akan diselenggarakan.

"Tidak ada pembicaraan tentang tanggal tertentu," ucapnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Presiden AS Donald Trump membatalkan secara mendadak kunjungan Pompeo ke Korut pada Agustus lalu.

Baca juga: Dua Anjing Pungsan Jadi Hadiah Kim Jong Un untuk Presiden Korsel

Trump menilai, denuklirisasi yang dilakukan oleh Kim Jong Un tidak memiliki kemajuan yang signifikan.

Bertolak dari Seoul, Pompeo akan mengakhiri perjalanannya di China. Kunjungan ke Beijing bisa saja menjadi tegang karena sebelumnya Wakil Presiden AS Mike Pence menuding China melakukan pelanggaran.

Pence menuduh China melakukan intervensi dalam pemilu Kongres pada November mendatang untuk melawan Trump.



Sumber AFP,Yonhap
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X