Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/10/2018, 19:19 WIB

BIHAR, KOMPAS.com - Seorang gadis remaja dari komunitas Muslim di India mendapat hukuman dengan diikat pada pohon dan disiksa setelah tertangkap akibat lari dengan kekasihnya yang berasal dari komunitas Hindu.

Melansir dari India Today, insiden penyiksaan itu terjadi di Distrik Nawada, negara bagian Bihar, India pada Rabu (3/10/2018) lalu.

Gadis itu, yang hanya diketahui berusia 18 tahun, putri dari Mohammad Farid Ansari, telah menjalin hubungan asmara dengan Rupesh Kumar, putra dari Arjun Rajvanshi.

Keduanya merupakan teman sekolah yang sama-sama belajar di sebuah sekolah negeri setempat.

Setelah orangtua gadis itu mengetahui tentang hubungan asmara kedua remaja itu, mereka melarang putrinya pergi ke sekolah agar tidak lagi bertemu dengan kekasihnya.

Baca juga: Gadis di India Nyaris Terjatuh dari Gerbong Kereta Api yang Sedang Melaju

Namun pada 30 September, pasangan muda itu memilih untuk kabur bersama dan menentang keinginan keluarga.

Keduanya baru ditemukan tiga hari kemudian di desa tetangga, tapi kemudian si pemuda memilih melarikan diri saat hendak ditahan.

Oleh pihak keluarga, gadis itu dibawa ke desa mereka di Jogiya Maran dan dibawa ke pengadilan desa yang kemudian memutuskan untuk menjatuhkan hukuman cambuk kepadanya.

Gadis itu pun langsung dibawa ke sebuah pohon di tengah desa, diikat pada pohon dan kemudian dicambuk berkali-kali hingga tak sadarkan diri.

Gadis itu sempat terikat dipohon selama sekitar lima jam sebelum petugas kepolisian distrik Nawada tiba untuk membebaskannya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.