Di India, Jalan Raya Lebih Mematikan daripada Teroris

Kompas.com - 07/10/2018, 13:13 WIB
Situasi lalu lintas di salah satu ruas jalan di New Delhi, India, yang padat dan berpolusi tinggi.AFP / DOMINIQUE FAGET Situasi lalu lintas di salah satu ruas jalan di New Delhi, India, yang padat dan berpolusi tinggi.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Jalan- jalan di India telah sejak lama dikenal sebagai yang paling mematikan di dunia dengan angka korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas mencapai hampir 150.000 jiwa pada 2017.

Namun Menteri Transportasi dan Jalan Raya, Nitin Gadkari membuat pernyataan mengejutkan dengan menyebut jalan-jalan di India telah membunuh lebih banyak dibandingkan teroris.

Melansir dari Al Arabiya, angka kematian di jalan India pada 2017 mencapai 147.913 atau rata-rata 405 per hari. Jumlah tersebut sudah lebih rendah sekitar 1,9 persen dibandingkan tahun 2016.

Dari total jumlah korban tewas tersebut, sebanyak 20.457 di antaranya adalah pejalan kaki.

Baca juga: Kecelakaan Mobil di India, Dua Pria China Ditahan dalam Keadaan Telanjang

Angka kematian di jalan raya di India yang mencapai lebih dari 100.000 jiwa setiap tahunnya, sangat jauh di atas korban kecelakaan lalu lintas di AS yang hanya 40.000 jiwa.

Padahal, jumlah kendaraan di AS lebih banyak dibandingkan di India. Hal tersebut menunjukkan betapa tidak amannya jalan di India dibandingkan dengan AS.

" Kecelakaan lalu lintas membunuh lebih banyak orang India dibandingkan terorisme atau ekstremisme sayap kiri, yang kerap disebut sebagai ancaman terbesar bagi keamanan bangsa," kata Gadkari.

"Jumlah korban tewas akibat kecelakaan di jalan di India juga lebih banyak daripada semua perang yang pernah dihadapi India sejak 1947," tambahnya.

Sejak kemerdekaan India pada 1947, negara itu telah menjalani lima peperangan, yakni empat kali dengan Pakistan dan sekali melawan China. Jumlah resmi pasukan yang tewas dalam perang-perang tersebut adalah 10.253 orang.

Hal itu berarti jumlah korban tewas di jalan India per tahun mencapai 15 kali jumlah korban perang sejak 1947.

Menurut Gadkari, sistem lalu lintas di dalam negeri perlu untuk dirombak lantaran dari sisi infrastruktur yang dianggap tak mampu mengimbangi peningkatan volume kendaraan yang ada.

Karenanya, pihaknya akan lebih memprioritaskan pada mengurangi jumlah korban kecelakaan di jalan daripada membangun lebih banyak jalan.

Baca juga: Pemotor Tanpa Helm Bakal Dilarang Beli Bensin di SPBU di Bangladesh

Dari segi ekonomi, kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas di India hampir mencapai 3 persen dari pendapat negara atau hampir mencapai 8,2 miliar dolar (sekitar Rp 124 triliun) per tahun.

Gadkari juga menyebut 30 persen surat izin mengemudi yang beredar di masyarakat adalag palsu dan Badan Pengatur Lalu Lintas telah menjadi sarang praktik suap dan korupsi.

Untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi telah mengumumkan anggaran sebesar 1,65 miliar dolar (sekitar Rp 25 triliun) akan dialokasikan untuk memperbaiki 726 lokasi rawan kecelakaan di seluruh negeri.

.

.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Internasional
Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Internasional
Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Internasional
Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Internasional
Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Internasional
Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Internasional
Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Internasional
Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Internasional
Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Internasional
Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Internasional
Dituduh Danai Rencana Penggulingan Pemerintahan Mesir, 8 Orang Ditahan

Dituduh Danai Rencana Penggulingan Pemerintahan Mesir, 8 Orang Ditahan

Internasional
Warga Negara-negara Arab Mengaku Semakin Tidak Relijius

Warga Negara-negara Arab Mengaku Semakin Tidak Relijius

Internasional
Pemimpin ISIS Cabang Yaman Dibekuk Pasukan Khusus Arab Saudi

Pemimpin ISIS Cabang Yaman Dibekuk Pasukan Khusus Arab Saudi

Internasional

Close Ads X