Ratu Inggris Beri Bantuan Pribadi untuk Korban Gempa Palu dan Donggala

Kompas.com - 06/10/2018, 20:58 WIB
Ratu Inggris, Elizabeth II saat menghadiri seremoni kerajaan di Kapel St George di Kastil Windsor pada 18 Juni 2018.AFP / STEVE PARSONS Ratu Inggris, Elizabeth II saat menghadiri seremoni kerajaan di Kapel St George di Kastil Windsor pada 18 Juni 2018.

LONDON, KOMPAS.com - Ratu Inggris Elizabeth II dilaporkan memberikan bantuan secara pribadi kepada korban gempa serta tsunami di Palu dan Donggala.

Dilaporkan Daily Mirror Sabtu (6/10/2018), kabar tersebut disampaikan Istana Buckingham. Ratu Elizabeth menyerahkan donasi itu ke Komite Bencana Darurat (DEC).

Baca juga: Ratu Elizabeth II Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Gempa di Sulteng

Meski tak dijelaskan berapa jumlahnya, penggalangan dana yang dilakukan DEC dilaporkan mengalami kenaikan hingga 6 juta poundsterling, sekitar Rp 119,4 miliar, dalam sehari.

Rabu (3/10/2018), ratu berusia 92 tahun tersebut memberikan keterangan resmi menggapi bencana gempa dan tsunami itu kepada Presiden Joko Widodo.

Dalam pernyataan itu, Ratu Elizabeth mengucapkan belasungkawa kepada korban bencana yang terjadi pada 28 September tersebut.

"Saya dan Pangeran Philip mengirim doa kepada mereka yang terdampak bencana itu beserta keluarganya," tutur Ratu Elizabeth dilansir Sky News.

Sebelumnya, Angkatan Udara Inggris (RAF) mengirimkan 17,5 ton bantuan melalui pesawat Atlas yang mendarat di Balikpapan Jumat (5/10/2018).

Kargo tersebut berisi 1.280 peralatan untuk berteduh dan 288 paket kebersihan dengan total bantuan 3 juta poundsterling, atau Rp 59,7 miliar.

Selain itu, Inggris juga mengirimkan forklift beserta Belt Conveyor untuk memudahkan pendistribusian bantuan kepada para korban.

Hingga Jumat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.649 orang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, korban jiwa paling banyak berasal dari Palu akibat terjangan tsunami.

Baca juga: Relawan Jateng Bertolak ke Palu, Bakal Bangun 100 Hunian Sementara



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Iran: Trump Harus Tahu Kita Tak Hidup di Abad 18

Iran: Trump Harus Tahu Kita Tak Hidup di Abad 18

Internasional
Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional

Close Ads X