India Umumkan Beli Sistem Rudal S-400 Rusia Seharga Rp 82 Triliun

Kompas.com - 05/10/2018, 17:44 WIB
Perdana Menteri India Narendra Modi (kanan) berpelukan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu di New Delhi Jumat (5/10/2018). AFP/POOL/YURI KADOBNOVPerdana Menteri India Narendra Modi (kanan) berpelukan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu di New Delhi Jumat (5/10/2018).

NEW DELHI, KOMPAS.com - Pemerintah India mengumumkan bakal membeli sistem pertahanan anti-serangan udara S-400 dari Rusia.

Pengumuman itu disampaikan dalam konferensi pers gabungan antara Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Vladimir Putin dalam pertemuan tahunan ke-19.

Baca juga: Bila Tetap Beli S-400 dari Rusia, India Terancam Sanksi AS

"Kedua negara menyambut baik kontrak penyediaan S-400," demikian keterangan resmi India-Rusia dilansir AFP Jumat (5/10/2018).


Russian Today mewartakan, India bakal membeli lima sistem rudal tersebut dengan total kontrak 5,43 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 82,4 triliun.

S-400, sistem pertahanan jarak jauh darat-ke-udara, diklaim mampu merontokkan target dalam jarak 400 kilometer. China menjadi negara pertama yang membeli sistem tersebut.

Dengan pembelian sistem rudal itu, maka Delhi terancam mendapat sanksi dari Amerika Serikat (AS) karena nekat membeli persenjataan Rusia.

Lebih lanjut, Putin menyatakan Rusia bakal bekerja sama dengan India untuk meningkatkan hubungan bilateral di PBB, Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), dan G20.

Presiden berusia 65 tahun itu juga menjelaskan kedua negara bakal berkoordinasi dalam upaya memberantas terorisme.

Selain itu, kedua negara juga menandatangani kesepakatan kerja sama di bidang angkasa. Modi sempat menyatakan dia berencana mengirim astronot di 2022.

Modi memuji eratnya hubungan dua negara. "Rusia selalu mendukung kami baik dalam sektor energi maupun saat kami berusaha mencapai target," terang dia.

Baca juga: Tak Gubris AS, India Tetap Membeli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X