Iran: Trump Telah Mempermalukan Arab Saudi

Kompas.com - 05/10/2018, 17:06 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) memperlihatkan grafik penjualan peralatan pertahanan dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Oval Office, Gedung Putih, Selasa (20/3/2018). (AFP/Mandel Ngan) Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) memperlihatkan grafik penjualan peralatan pertahanan dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Oval Office, Gedung Putih, Selasa (20/3/2018). (AFP/Mandel Ngan)

TEHERAN, KOMPAS.com - Sebuah aksi langka terjadi ketika Iran mengajak Arab Saudi bekerja sama untuk menentang Amerika Serikat (AS).

Dilansir Russian Today Jumat (5/10/2018), Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif menuturkan dia mengajak Saudi untuk bersatu dan memperkuat Timur Tengah.

"Pernyataan Presiden Donald Trump telah memperlakukan Arab Saudi dengan berujar seakan-akan keamanan sebuah negara bisa dipindahtangankan," terang Zarif.

Baca juga: Trump: Tanpa AS, Arab Saudi Akan Runtuh dalam Dua Pekan

"Kami sekali lagi menawarkan kepada negara tetangga kami. Mari bergandengan tangan untuk memperkuat kawasan, dan menghentikan kesombongan ini," lanjut Zarif di Twitter.

Sebelumnya ketika berkampanye untuk pemilu sela di Southaven, Mississippi, Trump berujar bahwa mereka melindungi negara kaya minyak tersebut.

Presiden berusia 72 tahun itu menyatakan dia sempat menelepon Raja Salman untuk membahas pasokan minyak dunia pekan lalu meski dia tak menyampaikan kapan persisnya.

Dia berkata, dia sangat menyukai Raja Salman. Namun, dia meminta sang raja untuk membiayai militernya. "Anda tak bisa bertahan lebih dari dua pekan tanpa kami," ujar dia saat itu.

Trump kembali menggembar-gemborkan peran AS saat berpidato di hadapan pendukung Partai Republik di Minnesota Kamis (4/10/2018).

Mantan pembawa acara The Apprentice tersebut menceritakan Riyadh harus membayar lebih untuk sektor pertahanannya.

"Saya bertanya 'Permisi Raja Salman, apakah Anda tak keberatan membayar?' Kemudian dia setuju untuk menaikkan kontribusinya," terang Trump.

Selain Saudi, Trump juga mendesak negara NATO untuk lebih banyak berkontribusi dalam mempertahankan aliansi yang amat bergantung pada AS.

AS tidak memiliki pangkalan militer di Arab Saudi tetapi Qatar yang menjadi tempat menampung kontingen AS di pangkalan utara Al Udeid.

Sementara itu, Armada ke-5 AS berpangkalan di Bahrain. Sementara di Kuwait sejumlah personel AD Amerika Serikat ditempatkan.

Pasukan AS juga ditempatkan di Uni Emirat Arab, Jordania, Irak, dan Oman. Sehingga AS bisa dengan cepat membantu Saudi jika diperlukan.

Baca juga: Trump kepada MBS: Senjata Ini Harganya seperti Kacang Bagi Anda

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X