Kompas.com - 05/10/2018, 14:26 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron membahas konferensi pers, usai pidatonya sebelum sesi ke-73 Majelis Umum di PBB, pada Selasa (25/9/2018) di New York, Amerika Serikat. (AFP/Ludovic Marin) Presiden Perancis Emmanuel Macron membahas konferensi pers, usai pidatonya sebelum sesi ke-73 Majelis Umum di PBB, pada Selasa (25/9/2018) di New York, Amerika Serikat. (AFP/Ludovic Marin)

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron meminta kepada rakyatnya untuk berhenti mengeluh, dan mencontoh mendiang Charles de Gaulle.

Macron mengatakannya saat berkunjung ke Colombey-les-Deux-Eglises, yang dikenal sebagai kampung halaman dan tempat pemimpin Perancis di era Perang Dunia II itu dimakamkan.

Baca juga: Berpose dengan 2 Pemuda, Foto Macron Jadi Kontroversi

Diberitakan AFP via Straits Times Jumat (5/10/2018), saat itu seorang pensiunan mengeluhkan uang pensiun yang diterimanya terlalu kecil.

Presiden berusia 40 tahun itu kemudian menanggapi dengan menceritakan kembali perkataan yang diterimanya dari salah satu cucu De Gaulle.

Si cucu itu menuturkan sang kakek mempunyai satu aturan: "Kalian bebas berkata apa saja. Namun yang tidak boleh dilakukan adalah mengeluh".

"Saya kira sang jenderal ada benarnya. Negara ini tentu bakal berbeda jika semua orang melakukannya (mengeluh)," kata Macron.

Dia menjelaskan karena tidak banyak orang yang mengeluh, saat ini Negeri "Anggur" dipenuhi orang tua yang berumur panjang dan sehat.

Komentar Macron langsung menuai reaksi dari pemimpin oposisi Marine Le Pen melalui kicauannya di Twitter. Dia mengecam karena orang yang mengeluh tidak iseng mengucapkannya.

"Mereka adalah para korban dari semakin meningkatnya pajak maupun situasi tidak aman yang semakin mewabah," kritik Le Pen.

Peristiwa itu berselang sepakan setelah pemerintahannya meresmikan keringanan pajak senilai miliaran euro bagi pengusaha dan rumah tangga.

Selain itu, dana pensiun dan kesejahteraan juga bakal dipangkas di anggaran 2018 setelah Macron mengeluhkan Perancis menghamburkan banyak di program sosial.

Agustus lalu, Macron juga menuai kecaman setelah dia mendeskripsikan Perancis sebagai bangsa yang sukar menerima perubahan saat berkunjung ke Denmark.

Baca juga: Sebelum Ditemukan Tewas di Laut, Warga Australia Sempat Mengeluh Sakit



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X