China: Konyol AS Menuduh Kami Mencampuri Pemilu Mereka

Kompas.com - 05/10/2018, 12:11 WIB
Wakil Presiden AS Mike Pence tidak akan diterima di Palestina menyusul pengakuan AS terhadap Yerusalem.TIMOTHY A. CLARY / AFP Wakil Presiden AS Mike Pence tidak akan diterima di Palestina menyusul pengakuan AS terhadap Yerusalem.

BEIJING, KOMPAS.comChina menyanggah tuduhan Wakil Presiden Amerika Serikat ( AS) Mike Pence yang menyebut mereka merencanakan mencampuri pemilu legislatif November nanti.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying menuturkan Washington telah membuat pernyataan yang bersifat memfitnah.

Baca juga: Mike Pence: China Ingin Figur Presiden AS yang Berbeda

Dilansir AFP via Channel News Asia, Jumat (5/10/2018), AS telah memberikan desas-desus maupun pernyataan yang mengaburkan kebenaran.

"China tidak pernah tertarik untuk mengacaukan pemilu maupun kehidupan internal AS. Konyol sekali mereka sampai memberikan tuduhan seperti itu," sindir Hua.

Dia mendesak pemerintahan Presiden Donald untuk memberikan klarifikasi dan menghentikan upaya untuk melukai maupun merusak relasi AS-China.

Sebelumnya, dalam pidato di lembaga think tank Institut Hudson, Pence menuturkan Beijing melakukan upaya tak terduga untuk mengubah opini publik AS.

Dia menyebut pemerintahan Trump telah bekerja dan memberikan hasil nyata sehingga China menginginkan adanya pergantian di orang nomor satu AS.

"Tak diragukan lagi. China berusaha melakukan intervensi terhadap demokrasi Amerika yang bakal dilaksanakan 6 November mendatang," terang Pence.

Larry Kudlow, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, berujar, AS telah berbicara kepada Uni Eropa dan Jepang untuk bertindak menangkal China.

Lebih lanjut, Pence juga menyoroti insiden yang terjadi di Laut China Selatan, di mana kapal perang China menempel kapal perang AS.

Kapal perusak USS Decatur dicegat kapal perusak Lanzhou di Kepulauan Spratly. Pentagon memprotes pencegatan itu karena aksi itu dilakukan melalui manuver yang berbahaya.

Wakil presiden berusia 59 tahun itu menjelaskan, Negeri "Paman Sam" tidak akan terintimidasi dan tetap berdiri tegak menentang China.

"Kami bakal terus berlayar, terbang, dan beroperasi di wilayah yang dilindungi hukum internasional dan sesuai kepentingan kami," tegas Pence.

Baca juga: Direktur CIA Sebut Rusia Bakal Campuri Pemilu Legislatif 2018



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X