Lagu "Tope Gugu" dari Palu Bergema saat Festival Film Asia di Roma - Kompas.com

Lagu "Tope Gugu" dari Palu Bergema saat Festival Film Asia di Roma

Kompas.com - 05/10/2018, 10:30 WIB
Direktur Penyelenggara Festival Film Asiatica 2018, Italo Spinelli berpose bersama pejabat dan staf KBRI Roma, serta warga Indonesia lainnya.  DOKUMENTASI KBRI ROMA Direktur Penyelenggara Festival Film Asiatica 2018, Italo Spinelli berpose bersama pejabat dan staf KBRI Roma, serta warga Indonesia lainnya.

ROMA, KOMPAS.com - Pada tanggal 3 Oktober 2018, bertempat di We Gil Roma, Italia, Festival Film Asiatica 2018 dibuka.

Dalam kesempatan tersebut, dipertontonkan berbagai bentuk pertunjukan seni dan budaya dari sejumlah negara Asia.

Dari Indonesia, hadir band Dwiloka asuhan KBRI Roma yang memainkan musik hasil perpaduan instrumen tradisional -seperti gamelan dan angklung, dengan instrumen piano, saksofon, dan terompet.

Dibuka oleh “Janger” dari Bali, dilanjutkan medley nyanyian daerah Nusantara lain, serta diikuti nomor-nomor populer Italia.

Baca juga: Lantunan Gending Gamelan Iringi Prosesi Ngisis Wayang di Radya Pustaka

Penampilan band Indonesia ini ditutup dengan suguhan lagu Palu “Tope Gugu”.

Lagu tersebut khusus dibawakan sebagai pengingat dan rasa simpati bagi warga Indonesia di Sulawesi Tengah, yang saat ini tengah ditimpa musibah bencana alam.

Penampilan sederhana namun unik dari band Dwiloka tersebut memperoleh pujian dari para pengunjung.

Terlebih, ketika pengunjung tahu bahwa para personel band tersebut bukanlah musisi profesional, melainkan pejabat dan staf KBRI Roma.

Seperti tertuang dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (5/10/2018), disebutkan, ornamen angklung dan gamelan Bali yang dipajang pun mencuri perhatian pengunjung.

Baca juga: Merdunya Alunan Angklung Terdengar Sampai Negeri Kanguru

Mereka yang mampir di Pojok Indonesia pun turut menuliskan pesan simpati bagi masyarakat Indonesia melalui lembar tempel berwarna-warni yang disedia di papan hias.

Beragam ungkapan rasa solidaritas disampaikan disertai harapan agar Indonesia dapat menangani permasalahan bencana dengan baik.

“Saya merasa dekat dengan Indonesia. Mudah-mudahan, meski bencana alam datang silih berganti, Bangsa Indonesia dapat tetap optimistis dan semangat."

Begitu ungkapan Direktur Penyelenggara Festival, Italo Spinelli.

Spinelli adalah sutradara kenamaan Italia yang juga pernah menyutradarai film dokumenter tentang kehidupan pesantren Indonesia, “Da’wah”.

Festival Film Asiatica merupakan ajang tahunan terkemuka yang khusus menampilkan sinema berkualitas dari negara-negara Asia.

Baca juga: Berburu Tawa di Jagat Sinema

Kali ini, Festival diselenggarakan di salah satu bioskop bersejarah di tengah Kota Roma, mulai tanggal 3-10 Oktober 2018.

Terdapat 30 judul film yang ditayangkan, termasuk film Indonesia berjudul “Marlina Si Pembunuh dalam 4 Babak” yang diputar 9 Oktober 2018 mendatang.



Close Ads X