Kompas.com - 05/10/2018, 09:50 WIB
Wakil Presiden AS Mike Pence. AFP / JOE RAEDLEWakil Presiden AS Mike Pence.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence menuding China sebagai penjahat yang cenderung mencampuri pemilu Kongres tahun ini, dengan menyebut negara tersebut ingin figur lain yang mengisi kursi kepresidenan AS.

Melansir AFP, Pence menuduh China melancarkan upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memengaruhi opini publik di AS jelang pemilu Kongres yang digelar pada 6 November 2018.

"Terus terang, kepemimpinan Presiden Trump sedang bekerja, dan China menginginkan Presiden Amerika yang berbeda," katanya di Hudson Institute, Kamis (4/10/2018).

Baca juga: FBI Tangkap Pria Terduga Pengirim Surat Berisi Racun ke Trump

"Tidak diragukan lagi, China mencampuri demokrasi Amerika," imbuhnya.

USA Today mewartakan, Pence juga menyebut China menggunakan cara yang proaktif dan memaksa untuk memanipulasi kebijakan domestik dan politik AS.

"Beijing telah memobilisasi aktor terselubung, kelompok front, dan saluran propaganda untuk mengubah persepsi orang Amerika tentang kebijakan China," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pence juga melontarkan kritikan terhadap hak asasi manusia di China, di mana kemakmuran yang meningkat tidak mengarah pada reformasi HAM.

"Gelombang penganiayaan baru menimpa umat Kristen, Budha, dan Muslim China," ujarnya.

Pada pekan lalu, Presiden AS Donald Trump juga menuduh pemerintah China intervensi dalam pemilu AS dalam sesi Dewan Keamanan PBB.

Dia tidak menyodorkan bukti saat itu, dan pemerintah China dengan tegas menolak tuduhan tersebut.

Baca juga: Bantah Tulis Artikel Dongkel Trump, Wapres AS Siap Jalani Tes Kebohongan

Juru bicara untuk kementerian luar negeri China, Hua Chunying, menyebut tuduhan Pence tidak beralasan dan fitnah kejam terhadap China.

"China selalu mengikuti prinsip tidak campur tangan dalam urusan internal orang lain, dan kami tidak tertarik ikut campur dalam urusan internal dan pemilihan umum AS," kata Hua.

"Masyarakat internasional telah mengetahui dengan sangat baik siapa yang tidak suka melanggar kedaulatan negara laian, mencampuri urusan internal negara lain dan mengesampingkan kepentingan negara lain," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP,USA Today
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.