Kim Jong Un Difavoritkan Jadi Peraih Nobel Perdamaian

Kompas.com - 05/10/2018, 09:08 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Presiden Korea Selatan Moon jae-in melambaikan tangan menyapa warga di Pyongyang Selasa (18/9/2018). Moon memulai kunjungan selama tiga hari dengan denuklirisasi menjadi agenda utama.AFP/Pyeongyang Press Corps Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Presiden Korea Selatan Moon jae-in melambaikan tangan menyapa warga di Pyongyang Selasa (18/9/2018). Moon memulai kunjungan selama tiga hari dengan denuklirisasi menjadi agenda utama.

OSLO, KOMPAS.com - Pemenang Penghargaan Nobel Perdamaian akan diumumkan pada Jumat (5/10/2018) malam di Oslo, Norwegia.

Ada 331 nominator, terdiri dari 216 individu dan 115 organisasi. Namun, para kandidat tersebut tidak diumumkan kepada publik.

Berbagai pihak mencoba untuk menebak siapa yang akan menjadi pemenang Penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun ini.

Sebagai informasi, kelompok Kampanye Internasional Anti-senjata Nuklir merupakan pemenang Nobel Perdamaian 2017.

Baca juga: Bolak-balik Ditolak, Pemenang Nobel Ini Akhirnya Punya Laman Wikipedia

Melansir Sky News dan USA Today, Kamis (4/10/2018), nama Kim Jong Un berada di barisan depan untuk kemungkinan meraih penghargaan tahunan tersebut.

Lalu, siapa saja individu atau kelompok yang diprediksi memenangkan Nobel Perdamaian?

Kim Jong Un dan Moon Jae-in

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kiri) dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menunjukkan deklarasi yang mereka tandatangani dalam pertemuan di Pyongyang. Kim sepakat untuk menutup situs uji coba rudalnya.via Sky News Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kiri) dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menunjukkan deklarasi yang mereka tandatangani dalam pertemuan di Pyongyang. Kim sepakat untuk menutup situs uji coba rudalnya.
Kedua pemimpin negara di Semenanjung Korea ini akhirnya menggelar pertemuan bersejarah untuk berupaya mengakhiri perang selama 65 tahun.

ABC News mewartakan, sebelum bersedia mendiskusikan perdamaian, Kim Jong Un  mengancam serangan misil nuklir ke sejumlah negara pada tahun lalu, seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan

Donald Trump

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun.AFP PHOTO/THE STRAIT TIMES/KEVIN LIM Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun.
Meski dia kerap melontarkan pernyataan dan kebijakan kontroversial, Trump menjadi salah satu favorit sebagai orang yang kemungkinan meraih Nobel Perdamaian tahun ini.

Selain berhasil mengadakan pertemuan bersejarah dengan Kim Jong Un pada Juni lalu, dia juga membuka dialog dengan pemimpin Rusia Vladimir Putin setelah hubungan kedua negara selama bertahun-tahun membeku.

Paus Fransiskus

Paus Fransiskus.AFP/ANDREAS SOLARO Paus Fransiskus.

Tahun ini, pemimpin Gereja Katolik Roma ini harus mengatasi skandal kekerasan seksual yang dilakukan para imam.

Peraih Person of the Year majalah TIME pada 2013 ini menjadi salah satu yang populer untuk bisa mengalahkan kandidat lain dalam penghargaan Nobel Perdamaian.

Pengunjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong

Joshua Wong (17), salah satu otak penggerak aksi massa pro-demokrasi di Hongkong.Getty/The Guardian Joshua Wong (17), salah satu otak penggerak aksi massa pro-demokrasi di Hongkong.

Nobel Perdamaian tak hanya ditujukan bagi individu. Sosok Joshua Wong dan pengunjuk rasa yang tergabung dalam gerakan Umbrella Movement bisa saja meraih Nobel Perdamaian tahun ini.

Kegiatan non-kekerasan mereka untuk kebebasan politik berlangsung selama 79 hari di Hong Kong, pada 2014 silam.

Carles Puigdemont

Pemimpin tersingkir Catalonia Carles Puigdemont belum akan kembali ke Spanyol meski sudah tidak ada lagi surat penangkapan untuk dirinya.EMMANUEL DUNAND / AFP Pemimpin tersingkir Catalonia Carles Puigdemont belum akan kembali ke Spanyol meski sudah tidak ada lagi surat penangkapan untuk dirinya.
Pemimpin referendum kemerdekaan Catalonia ini hidup di pengasingan di Belgia, sejak dia melarikan diri dari Spanyol untuk menghindari penangkapan.

Pemungutan suara memicu tindakan keras oleh Spanyol terhadap kelompok yang berharap Catalonia merdeka.

Persatuan Kebebasan Sipil Amerika (ACLU)

Aktivis American Civil Liberties Union (ACLU) berkumpul di luar Gedung Putih untuk memprotes pemisahan migran anak-anak dari keluarga mereka di perbatasan AS-Meksiko. (AFP/Eric Baradat) Aktivis American Civil Liberties Union (ACLU) berkumpul di luar Gedung Putih untuk memprotes pemisahan migran anak-anak dari keluarga mereka di perbatasan AS-Meksiko. (AFP/Eric Baradat)
Kelompok ini juga menjadi salah satu favorit sebagai peraih Nobel Perdamaian 2018. Mereka mengkritik kebijakan Trump terkait imigran.

Mereka menyerukan penyatuan kembali anak-anak dengan keluarganya yang dipisahkan di perbatasan AS. Unjuk rasa yang dilakukan telah menuruntkan popularitas Trump.

Raif Badawi

Melalui blognya, Raif Badawi mempertanyakan beberapa tradisi masyarakat Arab Saudi.BBC Indonesia Melalui blognya, Raif Badawi mempertanyakan beberapa tradisi masyarakat Arab Saudi.

Blogger asal Arab Saudi ini telah dipenjara sejak 2013 atas tuduhan menghina Islam melalui saluran elektronik.

Dia juga dikenai hukuman cambuk. Istrinya Ensaf Haidar telah berkampanye untuk pembebasannya.



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X