Putin Sebut Skripal sebagai Pengkhianat Negara

Kompas.com - 04/10/2018, 11:03 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin saat wawancara dengan NBC di Kremlin, pada 28 Februari 2018. AFP/SPUTNIK/ALEXEI DRUZHININPresiden Rusia Vladimir Putin saat wawancara dengan NBC di Kremlin, pada 28 Februari 2018.

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir menyebut mantan agen Rusia Sergei Skripal sebagai seorang pengkhianat negara.

Skripal dan putrinya, Yulia, menjadi korban serangan racun saraf novichok di Salisbury, Inggris, pada Maret lalu.

Namun, Rusia menyangkal tuduhan terlibat dalam upaya peracunan terhadap Skripal, yang disebut Inggris dilakukan oleh intelijen militer Rusia.

Baca juga: Racuni Skripal, Dua Terduga Mata-mata Rusia Menyamar Jadi Pebisnis

"Dia hanyalah seorang mata-mata, pengkhianat terhadap negara," katanya, Rabu (3/10/2018).

"Dia ditangkap, dihukum, menghabiskan lima tahun di penjara. Kita membiarkannya pergi, dia pergi dan terus bekerja sama, memberikan konsultasi untuk layana keamanan (asing)," ucapnya, seperti dikutip AFP.

Mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal. (AP Photo via The Times) Mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal. (AP Photo via The Times)
BBC mewartakan, Skripal merupakan mantan petugas intelijen Rusia, yang ditangkap pada 2004 dan diadili atas tindakan pengkhianatan tingkat tinggi oleh pengadilan militer Rusia.

Pihak berwenang menuduhnya sebagai agen ganda yang berbagi rahasia negara Rusia dengan MI6 dari Inggris.

Dia mengakui perbuatannya dan dihukum 13 tahun penjara.

Namun, pada 2010, dia menerima pengampunan dan dibebaskan ke Inggris sebagai bagian dari program pertukaran.

"Saya melihat beberapa rekan mendorong teori, Skripal merupakan aktivis hak asasi manusia," ucap Putin.

Skripal dan putrinya berhasil lolos dari maut usai terkena paparan racun saraf novichok. Namun, perempuan Inggris bernama Dawn Strugess yang turut terpapar racun saraf setelahnya, justru tak bisa diselamatkan.

Baca juga: Rusia Tantang Balik Inggris untuk Buktikan Tak Terlibat Racuni Skripal

Meski menyebut Skripal sebagai pengkhianat, Putin menyatakan pemerintah Rusia tidak harus meracuninya demikian.

"Tidak seorang pun yang perlu meracuninya orang lain di sana (Inggris)," katanya.

Sejauh ini, pemerintah Inggris merilis identitas dua pria asal Rusia sebagai pelaku utama upaya peracunan terhadap Skripal dan putrinya.

Mereka adalah Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov. Kedua pria itu mengklaim, hanyalah turis yang mengunjungi Salisbury.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Internasional
Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Internasional
Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Internasional
Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Internasional
Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Internasional
Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Internasional
Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X