Militer Turki Mulai Masuki Kawasan Zona Penyangga di Suriah

Kompas.com - 03/10/2018, 16:30 WIB
Foto yang dirilis Pasukan Bersenjata Turki memperlihatkan tentara Turki didampingi kendaraan lapis baja berpatroli di kota Manbij di Suriah utara, Senin (18/6/2018). AFP / TURKISH ARMED FORCESFoto yang dirilis Pasukan Bersenjata Turki memperlihatkan tentara Turki didampingi kendaraan lapis baja berpatroli di kota Manbij di Suriah utara, Senin (18/6/2018).
|

ANKARA, KOMPAS.com - Konvoi militer Turki, Rabu (3/10/2018), memasuki wilayah barat laut Suriah yang dikuasai pemberontak menjelang tenggat waktu pembentukan zona penyangga antara  pemberontak dan tentara pemerintah.

Setidaknya 40 kendaraan perang, termasuk truk dan kendaraan angkut personel, terlihat bergerak perlahan ke arah selatan di jalan raya di tengah kegelapan.

Pasukan ini nantinya akan ditempatkan di "pos-pos observasi" yang sudah disiapkan Turki di kawasan kekuasaan pemberontak di provinsi Idlib dan Aleppo.

Baca juga: Aliansi Pemberontak Suriah Tolak Pasukan Rusia di Zona Demiliterisasi Idlib


Lembaga Pemantau HAM Suriah (SOHR) mengatakan, kendaraan-kendaraan militer itu ke berbagai pos pemantauan di sisi barat daya Idlib.

Bulan lalu, Moskwa dan Ankara sepakat untuk membangun zona demiliterisasi di wilayah kekuasaan pemberontak untuk mencegah ancaman serangan pasukan pemerintah.

Semua milisi bersenjata di zona demiliterisasi harus menarik persenjataan berat mereka paling lambat pada 10 Oktober.

Selain itu, kelompok-kelompok radikal juga harus meninggalkan kawasan tersebut pada 15 Oktober.

Selanjutnya, pasukan Turki dan polisi Rusia yang akan mengawasi zona demiliterisasi itu.

Kelompok yang dominan di kawasan itu Hayat Tahrir al-Sham (HTS), sebuah aliansi yang dipimpin para mantan anggota Al Qaeda, belum memberikan respon.

Baca juga: Kelompok Pemberontak di Suriah Setuju Zona Demiliterisasi di Idlib

Sementara kelompok pemberontak pro-Turki, Front Pembebasan Nasional (NLF), menyambut kesepakatan itu tetapi merasa keberatan dengan keberadaan pasukan Rusia di zina tersebut.

NLF mengatakan, mereka masih membicarakan rician implementasi kesepakatan itu dengan Ankara karena NLF khawatir kesepakatan itu akan mencaplok wilayah yang dikuasainya.

...

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak 'Panas' di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak "Panas" di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

Internasional
Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X