Kompas.com - 03/10/2018, 12:03 WIB
Presiden Jokowi saat mendatangi lokasi runtuhnya Hotel Roa Roa di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018). Di hotel ini diperkirakan ada puluhan tamu yang masih tertimbun reruntuhan bangunan. KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOPresiden Jokowi saat mendatangi lokasi runtuhnya Hotel Roa Roa di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018). Di hotel ini diperkirakan ada puluhan tamu yang masih tertimbun reruntuhan bangunan.

LONDON, KOMPAS.com - Pemerintah Inggris mengumumkan bakal mengerahkan pesawat militer dengan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa dan tsunami di Palu serta Donggala, Sulawesi Tengah.

Sky News melaporkan Selasa (2/10/2018), pesawat RAF A400M Atlas dan pakar dari personel militer terbang dari pangkalan mereka di Timur Tengah.

Tim tersebut bakal sampai Kamis (4/10/2018) dan menyediakan bantuan krusial untuk pembangunan pasca-gempa magnitudo 7,4 yang menghantam pekan lalu.

Baca juga: Australia Siapkan Rp 54 Miliar untuk Korban Gempa Palu dan Donggala

London juga telah menganggarkan bantuan dana 2 juta poundsterling, sekitar Rp 39,1 miliar, dan telah menerjunkan lima konsultan ke Jakarta.

Selain itu, Inggris juga mempertimbangkan memberangkatkan kapal perang HMS Argyll yang sedang berlayar di kawasan timur Asia, beserta pesawat transportasi dan tim pengawas.

"Inggris tetap mendampingi Indonesia yang sedang berjuang memulihkan diri dari bencana mengerikan ini," kata Menteri Pertahanan Gavin Willamson.

Korban selamat saat ini berjuang untuk bertahan hidup tanpa aliran listrik, kekurangan air, dan tempat pengungsian yang semakin penuh.

Merujuk kepada laporan PBB, setiap hari warga yang selamat membutuhkan 571.000 liter air bersih, 401 juta kalori, dan 659.000 meter persegi tempat pengungsian.

Sekitar 61.867 warga telah berada di pengungsian. Namun badan pemulihan bencana PBB menghitung ada 191.000 butuh bantuan secepat mungkin.

Upaya penyaluran bantuan itu terganjal infrastruktur yang hancur maupun jalan yang terblokir. Selain itu, kesehatan pengungsi terancam karena berada di penampungan yang sempit.

Direktur Implementasi Program Save the Children Tom Howells berkata, puing-puing dan debu membuat keluarga sulit memperoleh hidup sehat.

"Salah satunya adalah kesulitan bagi mereka untuk mendapatkan makanan dan air minum bagi bayi dan anak kecil," papar dia.

Data yang dirilis BNPB hingga Selasa, tercatat 1.234 orang meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 799 orang mengalami luka berat, dan 65.773 unit rumah rusak.

Baca juga: Apple Sumbang 1 Juta Dollar AS untuk Korban Gempa Donggala-Palu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.