Aliansi Pemberontak Suriah Tolak Pasukan Rusia di Zona Demiliterisasi Idlib

Kompas.com - 02/10/2018, 22:48 WIB
Pasukan pemberontak Suriah telah mempersiapkan diri untuk menghadapi serangan yang dilancarkan rezim pemerintah dan sekutunya di Idlib. THE NEW ARAB / AFP PHOTOPasukan pemberontak Suriah telah mempersiapkan diri untuk menghadapi serangan yang dilancarkan rezim pemerintah dan sekutunya di Idlib.

IDLIB, KOMPAS.com - Aliansi pemberontak utama di wilayah Idlib, Suriah menyatakan menolak kehadiran pasukan Rusia di zona demiliterisasi.

Sesuai dengan kesepakatan yang telah dicapai antara Ankara dengan Moskwa pada bulan lalu, bahwa akan dibentuk kawasan yang bebas dari pasukan militan maupun persenjataan berat di sekitar Provinsi Idlib yang masih dikuasai pemberontak.

Kesepakatan membentuk zona demiliterisasi yang akan dimulai pada pertengahan bulan ini tersebut, sejauh ini telah menghindarkan wilayah kantong terakhir pemberontak dari serangan besar-besaran yang direncanakan pasukan rezim Suriah bersama sekutunya, Rusia dan Turki.

Rencananya, setelah dibangun zona demiliterisasi, pengamanan akan dilakukan bersama-sama antara pasukan Rusia dengan Turki.


Baca juga: Kelompok Pemberontak di Suriah Setuju Zona Demiliterisasi di Idlib

Namun kelompok Front Pembebasan Nasional (NLF), sebuah aliansi pemberontak yang didukung Turki, mengajukan sejumlah keberatan, meski secara garis besar menerima kesepakatan zona demiliterisasi.

"Pertemuan telah dilakukan dengan sekutu Turki kami mengenai poin-poin dalam perjanjian, terutama berkaitan dengan kehadiran Rusia di wilayah penyangga," kata juru bicara aliansi NLF, Naji Mustafa dilansir The New Arab, Senin (1/10/2018).

"Kami membahas masalah ini dan NLF secara tegas menolak hal (kehadiran Rusia) ini," tambahnya.

Pihaknya juga mengklaim bahwa Turki telah berjanji tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

Kesepakatan zona demiliterisasi dicapai setelah pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Kota Sochi, pada 17 September lalu.

Dalam kesepakatan tersebut, zona demiliterisasi sebagai penyangga akan dibentuk pada 15 Oktober mendatang.

Namun pernyataan yang disampaikan aliansi pemberontak NLF tersebut mengindikasikan adanya sandungan dalam pelaksanaan kesepakatan.

Baca juga: Ribuan Pengungsi Suriah Dikabarkan Mulai Kembali ke Idlib

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
Ibunya Ditabrak Sampai Terpental, Bocah di China Tendang Mobil Penabrak

Ibunya Ditabrak Sampai Terpental, Bocah di China Tendang Mobil Penabrak

Internasional
Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Internasional
Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Internasional
Korea Utara Mengancam Bakal Beri 'Hadiah Natal', Ini Peringatan AS

Korea Utara Mengancam Bakal Beri "Hadiah Natal", Ini Peringatan AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X