Kompas.com - 02/10/2018, 16:09 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memperingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk tak melakukan provokasi dengan China.

Diwartakan Newsweek Senin (1/10/2018), Mahathir mendapat pertanyaan soal perang dagang antara AS dan China kala berkunjung ke Inggris.

Baca juga: Trump Sebut Persahabatan dengan Presiden China Bisa Berakhir

PM berusia 93 tahun itu menjelaskan, dia menyampaikan simpati dengan menjelaskan kebijakan impor China telah melukai ekonomi AS.

Namun, dia tak menekankan pentingnya dialog untuk menyelesaikan isu tersebut. Selain itu, dia mengkritisi langkah Trump mengirim Armada Pasifik ke China.

Menurut Mahathir, jika Trump nekat mengerahkan armada, maka China juga bakal mengirim kapal perangnya. "Bakal ada ketegangan, dan bisa berakhir dengan baku tembak," papar dia.

Dia memaparkan seharusnya pemerintahan Trump mencoba berdialog dengan Negeri "Panda". Dia berpikir Beijing bukan pihak yang anti-pertemuan.

"Mereka terbuka dengan negosiasi. Mereka (AS) bisa bernegosiasi tentang mencari solusi atas isu impor barang dari China," terang dia.

"Jika sebuah negara punya konflik, mereka bisa bernegosiasi, atau mengajukan ke pengadilan arbitrase. Kita harus siap dengan segala keputusannya," lanjut Mahathir.

Semenjak Trump menjabat sebagai presiden, AS sering terlibat ketegangan dengan China. Terbaru, dia menuduh Beijing berusaha mengintervensi pemilu legislatif di November 2018.

Pemerintahannya juga menerbitkan sanksi kepada pejabat maupun perusahaan China karena mereka membeli persenjataan dari Rusia.

Dari sektor militer, kapal perusak AS USS Decatur melaksanakan operasi navigasi merdeka di kawasan sengketa Laut China Selatan.

Tindakan AS membuat China juga mengerahkan kapal perusak. Washington melancarkan protes karena kapal itu dianggap berada terlalu dekat dengan Decatur.

Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi kepada China karena China Beli Senjata Rusia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.