Mahathir Peringatkan Trump agar Tak Provokasi China

Kompas.com - 02/10/2018, 16:09 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad ketika berpidato dalam Sidang Umum ke-73 PBB di New York Jumat (28/9/2018).AFP/KENA BETANCUR Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad ketika berpidato dalam Sidang Umum ke-73 PBB di New York Jumat (28/9/2018).

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memperingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk tak melakukan provokasi dengan China.

Diwartakan Newsweek Senin (1/10/2018), Mahathir mendapat pertanyaan soal perang dagang antara AS dan China kala berkunjung ke Inggris.

Baca juga: Trump Sebut Persahabatan dengan Presiden China Bisa Berakhir

PM berusia 93 tahun itu menjelaskan, dia menyampaikan simpati dengan menjelaskan kebijakan impor China telah melukai ekonomi AS.

Namun, dia tak menekankan pentingnya dialog untuk menyelesaikan isu tersebut. Selain itu, dia mengkritisi langkah Trump mengirim Armada Pasifik ke China.

Menurut Mahathir, jika Trump nekat mengerahkan armada, maka China juga bakal mengirim kapal perangnya. "Bakal ada ketegangan, dan bisa berakhir dengan baku tembak," papar dia.

Dia memaparkan seharusnya pemerintahan Trump mencoba berdialog dengan Negeri "Panda". Dia berpikir Beijing bukan pihak yang anti-pertemuan.

"Mereka terbuka dengan negosiasi. Mereka (AS) bisa bernegosiasi tentang mencari solusi atas isu impor barang dari China," terang dia.

"Jika sebuah negara punya konflik, mereka bisa bernegosiasi, atau mengajukan ke pengadilan arbitrase. Kita harus siap dengan segala keputusannya," lanjut Mahathir.

Semenjak Trump menjabat sebagai presiden, AS sering terlibat ketegangan dengan China. Terbaru, dia menuduh Beijing berusaha mengintervensi pemilu legislatif di November 2018.

Pemerintahannya juga menerbitkan sanksi kepada pejabat maupun perusahaan China karena mereka membeli persenjataan dari Rusia.

Dari sektor militer, kapal perusak AS USS Decatur melaksanakan operasi navigasi merdeka di kawasan sengketa Laut China Selatan.

Tindakan AS membuat China juga mengerahkan kapal perusak. Washington melancarkan protes karena kapal itu dianggap berada terlalu dekat dengan Decatur.

Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi kepada China karena China Beli Senjata Rusia



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X