Rawan Bencana, Ini 8 Cara Jepang Mitigasi Gempa dan Tsunami

Kompas.com - 02/10/2018, 14:21 WIB
Sebuah mobil terlihat terjebak di jalan yang rusak akibat gempa di Sapporo, prefektur Hokkaido, Jepang pada Kamis (6/9/2018). (AFP/Jiji Press) Sebuah mobil terlihat terjebak di jalan yang rusak akibat gempa di Sapporo, prefektur Hokkaido, Jepang pada Kamis (6/9/2018). (AFP/Jiji Press)

Ransel darurat yang berisi senter, obat-obatan, selimut, masker, tali, radio, toilet portabel, dan sejumlah makanan disediakan di setiap rumah tangga.

Peralatan darurat itu cukup untuk bertahan hidup selama tiga hingga tujuh hari.

Setiap pusat evakuasi seperti ruang olahraga di sekolah dilengkapi dengan helm, selimut, senter, makanan, dan sebagainya untuk melayani kebutuhan masyarakat yang mengungsi.

Peran ibu rumah tangga

Ibu rumah tangga di Jepang memainkan peran penting terhadap penanganan bencana. Gempa biasanya berdampak pada pipa gas yang bisa menyebabkan ledakan dan kebakaran.

Mereka dilatih untuk mematikan gas dan listrik, serta cara membuka pintu yang sulit dibuka akibat gempa.

Baca juga: Gempa Jepang Tewaskan 18 Orang, Kini Petugas Masih Cari Korban Selamat

Para ibu juga memiliki tugas penting lainnya, yaitu memeriksa ransel darurat secara reguler dan mengganti barang-barang yang sudah kedaluwarsa dan rusak.

Pelatihan di sekolah

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

???? ???????????? ?? #japan #yokohama #kawaii #???? #35mm

A post shared by lucy.dayman (@lucy.dayman) on Jul 7, 2017 at 8:28pm PDT

Dan yang tak kalah penting adalah mengajarkan murid-murid di sekolah untuk tanggap ketika menghadapi gempa.

Sejak dari usia dini, anak-anak dilatih mencari tempat perlindungan dan bagaimana bisa aman jika gempa melanda wilayah mereka.

Metode yang paling umum diajarkan yaitu berlindung di bawah meja dan menahannya dengan kaki sampai gempa berhenti.

Jika sedang bermain di luar, anak-anak diminta untuk berlari ke ruangan terbuka untuk menghindari bangunan yang roboh.

Baca juga: Gempa Jepang Berimbas ke Bengkulu

Personel pemadam kebakaran juga melatih anak-anak untuk mengidentifikasi getaran gempa dengan alat simulator.

Terowongan penguras air

Jepang memiliki saluran penguras air di pinggiran kota Tokyo, di bawah lapangan sepak bola atau skate park.

Saluran ini mengumpulkan air banjir yang disebabkan oleh siklon dan tsunami, kemudian mengalirkannya ke Sungai Edo.

Jika wilayah terkena gempa bumi dan memicu tsunami, kota akan terhindar dari banjir besar. Namun, butuh waktu 13 tahun untuk membangun proyek senilai 3 miliar dollar AS itu.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X