Kapal Perusak China Tempel Kapal Perusak AS di Laut China Selatan

Kompas.com - 02/10/2018, 12:29 WIB
Kapal perusak berkekuatan rudal pemandu Amerika Serikat USS Decatur. AFP/PETTY OFFICER 2NDCLASS DIANA QUIKapal perusak berkekuatan rudal pemandu Amerika Serikat USS Decatur.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat ( AS) menuding kapal perusak China melakukan manuver "berbahaya dan tak profesional" ke kapal perang mereka.

Tuduhan tersebut terjadi setelah kapal perusak USS Decatur melaksanakan operasi navigasi merdeka ke kawasan sengketa Laut China Selatan.

Juru bicara Armada Pasifik Komandan Nate Christensen menuturkan, kapal perusak Luyang mendekati Decatur di kawasan Karang Gaven.

Baca juga: Kapal Perusak AS Berlayar ke Wilayah Sengketa Laut China Selatan

Dilansir AFP Selasa (2/10/2018), Luyang memperingatkan kapal perusak berkekuatan rudal pemandu itu untuk segera meninggalkan Laut China Selatan.

"Kapal China itu berada 45 meter dari haluan yang memaksa Decatur mengubah jalur untuk menghindari tabrakan," terang Christensen.

Ucapan Christensen mendapat tanggapan dari Kementerian Pertahanan China. Melalui keterangan tertulis, Beijing menyebut kapal perang AS sudah sering masuk tanpa permisi.

Washington, lanjut kemenhan, berulang kali mengirim kapal perang ke teritori maupun kawasan karang yang dikuasai oleh China.

"Aksi itu mengancam kedaulatan dan keamanan China, merusak relasi militer China-AS, dan mencederasi keamanan regional," demikian penjelasan kemenhan.

Kapal USS Decatur melaksanakan operasi di Kepulauan Spratly untuk menjamin hak kapal negara lain melintasi perairan internasional tersebut.

Negeri "Paman Sam" menerangkan, tindakan mereka sudah berada dalam koridor sesuai dengan hukum internasional, dan merupakan tantangan klaim wilayah yang mereka anggap berlebihan.

Sebelumnya AS telah menggelar operasi yang sama Mei lalu dengan mengerahkan kapal perusak dengan rudal pemandu lain, USS Dewey.

Negeri "Panda" menyebut AS telah melakukan provokasi yang disanggah Menteri Pertahanan James Mattis, yang menjelaskan pesawat itu terbang dalam misi rutin.

Selama 10 hari terakhir, China dan AS terlibat ketegangan di mana Washington menjatuhkan sanksi karena China membeli senjata Rusia.

Kemudian China menolak memberi izin kapal perang AS masuk Hong Kong, penjualan senjata AS ke Taiwan, hingga pejabat militer China batal melangsungkan pertemuan.

Baca juga: Beijing Kecam Pesawat Pembom AS Terbang di Atas Laut China Selatan



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X