Kompas.com - 02/10/2018, 12:03 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Sebanyak 42 orang di Iran tewas setelah mengonsumsi minuman keras alkohol selundupan yang tercemar.

Melansir BBC, Senin (1/10/2018), juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Iraj Harirchi, mengatakan sebanyak 16 orang mengalami kebutaan dan 170 orang lainnya telah menjalani dialisis atau cuci darah.

Dalam tiga pekan terakhir, sedikitnya 460 orang di lima provinsi dilarikan ke rumah sakit sehubungan dengan fenomena miras oplosan tersebut, dengan korban termuda adalah seorang perempuan usia 19 tahun.

Baca juga: Miras Oplosan Tewaskan 29 Orang di Malaysia

Alkohol memang ilegal di Iran, namun minuman keras oplosan masih tersebar luas. Polisi di kota Bandar Abbad pada pekan lalu bahkan menangkap pasangan yang diduga memproduksi alkohol oplosan.

Sebanyak 11 orang tewas setelah meminum minuman alkohol oplosan di kota tersebut.

Newsweek mewartakan, penduduk yang tertangkap mengonsumsi alkohol di Iran harus menghadapi hukuman cambuk dan denda.

Namun, peraturan tersebut tidak menjangkau kelompok minoritas agama lainnya, yang mungkin mengonsumsi, menyuling, dan memfermentasi alkohol di rumah masing-masing.

Meski demikian, sebagian warga Iran memilih membeli alkohol impor dan oplosan di pasar gelap.

Kemenkes Iran bahkan telah membuka pusat rehabilitasi kecanduan minuman alkohol pada 2015.

"Sekarang, para pejabat keamanan memandang pecandu alkohol bukan sebagai kriminal, tapi pasien yang membutuhkan perawatan," kata Reza Konjedi, dari kelompok Alcoholics Anonymous.

Baca juga: Foto Tentara Israel di Reklame Perang Iran-Irak, Wali Kotanya Minta Maaf

Dengan merosotnya nilai tukar mata uang Iran terhadap dollar AS, warga diperkirakan memilih mengonsumsi minuman oplosan yang murah ketimbang alkohol impor yang mahal.

Otoritas Anti-Narkoba Iran meyakini, setiap tahun ada 80 juta liter alkohol senilai 730 juta dollar AS atau Rp 10,9 triliun diselundupkan ke Iran.

Penduduk muslim di Iran dilarang mengonsumsi alkohol sejak revolusi negara pada 1979.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC,Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.