Warga Indonesia di Australia Galang Dana untuk Palu dan Donggala

Kompas.com - 01/10/2018, 19:43 WIB
Puing bangunan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPuing bangunan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.

MELBOURNE, KOMPAS.com - Warga Indonesia di Australia yang bergabung dengan sejumlah komunitas sedang berupaya menggalang dana untuk membantu korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Komunitas warga Indonesia di Adelaide, misalnya, berencana menggelar sebuah konser amal untuk Lombok dan Palu.

Acara yang akan digelar Nexus Arts Building pada Sabtu (6/10/2018) akan menampilkan sejumlah grup musik dan musisi Indonesia yang bermukim di Australia Selatan, serta tak ketinggalan pesat dangdut.

Baca juga: TNI Bantu Berangkatkan Keluarga Korban Gempa ke Palu dengan Hercules

"Awalnya acara ini direncanakan untuk membantu pemulihan gempa di Lombok, tapi kami tambahkan juga untuk memberi bantuan gempa di Sulawesi," ujar Ivonnne Callow, salah seorang panitia acara.

"Semua hasil penjualan tiket dan makanan akan disumbangkan semuanya ke Lombok dan Palu," tambahnya saat dihubungi ABC Indonesia.

Ivonne menambahkan, sebelumnya komunitas Indonesia di Adelaide juga pernah menggalang dana untuk korban gempa di Lombok.

"Kebetulan ada yang anggota komunitas kami yang pernah pergi ke Lombok dan melihat langsung salah satu kawasan yang butuh bangunan sekolah baru," ujarnya.

Penggalangan dana juga dilakukan Perhimpunan Warga Indonesia di Victoria (Perwira) yang dilakukan secara online lewat Facebook.

Sejak Sabtu (29/9/2018) hingga Senin sore (1/10/2018) dana yang telah dikumpul mencapai lebih dari 1.000 dolar Australia atau lebih dari Rp 10 juta.

"Kami akan menyalurkannya ke Pusat Krisis Psikologi Universitas Indonesia karena mereka membuka Posko di Palu, salah satunya adalah untuk memberikan bantuan pemulihan trauma," ujar Nika Suwarsih, Presiden Perwira.

Nika mengatakan, terdapat beberapa warga Indonesia di negara bagian Victoria yang keluarganya terkena dampak gempa dan tsunami di Palu yang terjadi Jumat pekan lalu.

"Kami telah mengetahui ada yang belum bisa kontak dengan adik kandungnya, ada pula yang keponakannya belum ditemukan hingga saat ini," katanya.

Baca juga: RI Batasi Bantuan Luar Negeri untuk Gempa Palu Hanya Berupa Barang

Sementara itu, komunitas Muslim dari Nahdlatul Ulama Australia dan Selandia Baru juga membuka rekening untuk menggalang dana.

Nantinya dana yang terkumpul akan disalurkan lewat salah satu badan amal milik NU.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X