Eks Kepala Intelijen Inggris Menyesal Bantu Putin Jadi Presiden Rusia

Kompas.com - 01/10/2018, 16:42 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin usai menerima Presiden Finlandia Sauli Niinisto di Sochi, Rabu (22/8/2018). AFP / PAVEL GOLOVKIN / POOLPresiden Rusia Vladimir Putin usai menerima Presiden Finlandia Sauli Niinisto di Sochi, Rabu (22/8/2018).

LONDON, KOMPAS.com - Mantan kepala dinas rahasia Inggris (MI6) mengungkapkan penyesalannya telah membantu Vladimir Putin menjadi Presiden Rusia.

Sir Richard Dearlove, mantan Kepala MI6 periode 1999-2004, mengungkapkannya saat menjadi pembicara sebuah festival sastra di Berkshire akhir pekan lalu.

Baca juga: Putin: Pesawat Rusia yang Ditembak Jatuh Suriah adalah Sebuah Kecelakaan

Diwartakan Daily Mail Senin (1/10/2018), Dearlove mengisahkan dia pernah didekati seorang anggota dinas intelijen Uni Soviet (KGB).


Si pejabat KGB meminta MI6 untuk membantu Putin memenangkan pemilihan umum 2000. Saat itu, Putin berstatus sebagai Pelaksana Tugas Presiden.

Dia menuturkan mencapai kesepakatan dengan KGB, dan merancang pertemuan antara Putin dengan Perdana Menteri Inggris saat itu, Tony Blair.

Downing Street menuturkan, peluang bertemu dengan Putin sangatlah sayang untuk dilewatkan meski telah muncul peringatan dari Amnesty International maupun aktivis HAM.

Dearlove mengaku sempat terjadi diskusi panjang apakah Blair harus atau tidak menerima undangan yang diberikan Putin.

"Beliau berkata kami harus menghormati undangan. Selain itu dia melihat konsep pembukaannya sangat unik. Karena itu, kami memutuskan mengiyakan," ujar Dearlove.

Blair menjadi pemimpin negara Barat pertama yang mengunjungi Putin. Dia dan istrinya Cherie menjadi tamu Putin di St Petersburg.

Blair berkata, tujuannya ke Rusia yang paling utama adalah memperbarui dan kembali memperkuat hubungan antara Inggris dan Rusia.

Setelah mengunjungi Putin, Blair memuji Putin. "Dia adalah sosok yang pintar dan fokus untuk mendapatkan tujuannya menjadi pemimpin Rusia," terang Blair saat itu.

"Saya dengan yakin mengatakan adanya rasa menyesal karena telah melaksanakan pertemuan tersebut," ujar Dearlove kepada The Times.

Baca juga: CIA dan MI6 Terlibat Penyelidikan Hilangnya Malaysia Airlines MH370

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Daily Mail
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X