Kompas.com - 01/10/2018, 16:42 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Mantan kepala dinas rahasia Inggris (MI6) mengungkapkan penyesalannya telah membantu Vladimir Putin menjadi Presiden Rusia.

Sir Richard Dearlove, mantan Kepala MI6 periode 1999-2004, mengungkapkannya saat menjadi pembicara sebuah festival sastra di Berkshire akhir pekan lalu.

Baca juga: Putin: Pesawat Rusia yang Ditembak Jatuh Suriah adalah Sebuah Kecelakaan

Diwartakan Daily Mail Senin (1/10/2018), Dearlove mengisahkan dia pernah didekati seorang anggota dinas intelijen Uni Soviet (KGB).

Si pejabat KGB meminta MI6 untuk membantu Putin memenangkan pemilihan umum 2000. Saat itu, Putin berstatus sebagai Pelaksana Tugas Presiden.

Dia menuturkan mencapai kesepakatan dengan KGB, dan merancang pertemuan antara Putin dengan Perdana Menteri Inggris saat itu, Tony Blair.

Downing Street menuturkan, peluang bertemu dengan Putin sangatlah sayang untuk dilewatkan meski telah muncul peringatan dari Amnesty International maupun aktivis HAM.

Dearlove mengaku sempat terjadi diskusi panjang apakah Blair harus atau tidak menerima undangan yang diberikan Putin.

"Beliau berkata kami harus menghormati undangan. Selain itu dia melihat konsep pembukaannya sangat unik. Karena itu, kami memutuskan mengiyakan," ujar Dearlove.

Blair menjadi pemimpin negara Barat pertama yang mengunjungi Putin. Dia dan istrinya Cherie menjadi tamu Putin di St Petersburg.

Blair berkata, tujuannya ke Rusia yang paling utama adalah memperbarui dan kembali memperkuat hubungan antara Inggris dan Rusia.

Setelah mengunjungi Putin, Blair memuji Putin. "Dia adalah sosok yang pintar dan fokus untuk mendapatkan tujuannya menjadi pemimpin Rusia," terang Blair saat itu.

"Saya dengan yakin mengatakan adanya rasa menyesal karena telah melaksanakan pertemuan tersebut," ujar Dearlove kepada The Times.

Baca juga: CIA dan MI6 Terlibat Penyelidikan Hilangnya Malaysia Airlines MH370

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.