Anaknya Ditolak Tim Sepak Bola, Ibu di AS Gugat Pelatih ke Pengadilan

Kompas.com - 01/10/2018, 14:43 WIB
Ilustrasi sepak bola. shutterstockIlustrasi sepak bola.

ST LOUIS, KOMPAS.com - Seorang ibu di St Louis, Amerika Serikat ( AS), mengajukan gugatan hukum terhadap seorang pelatih ke pengadilan federal.

Dikutip New York Post pekan lalu, gugatan itu dibuat karena putranya tak lolos masuk ke dalam tim sepak bola sekolahnya.

Putra dari ibu yang tak disebutkan identitasnya, sebut saja John Doe, adalah siswa yunior di SMA Ladue Horton Watkins.

Baca juga: Di Kenya, Pangeran William Temui Pasukan Inggris dan Bermain Sepak Bola


Dalam gugatan yang diberikan ke Pengadilan Distrik Timur Missouri, Doe telah bermain bagi tim yunior sejak 2017 lalu.

Dalam dokumen tersebut, ibu itu mengklaim putranya seharusnya layak dipilih kembali. Namun, pandangan berbeda dikemukakan si pelatih Dave Aronberg.

Dalam tanggapan yang diberikan melalui surel, Aronberg menjelaskan bahwa Doe memang beberapa kali menunjukkan penampilan yang impresif.

"Namun, dia masih mempunyai kekurangan terutama di sisi teknik. Selain itu, strategi tim saat ini tidak membutuhkan tenaganya," terang Aronberg.

Dalam persidangan, dia menuturkan telah mendepak tujuh anak yang dianggap tak memperlihatkan penampilan memuaskan dari tim.

Namun kuasa hukum ibu Doe menyebut Aronberg telah membuat keputusan yang diskriminatif. Sebab, tindakan serupa tak terlihat di tim putri.

Selain itu saat ini tim yunior hanya dihuni 18 pemain dari total 25 orang. Seharusnya, lanjut si pengacara, Doe masih tetap diizinkan berada di tim meski tak bermain.

"Fakta itu jelas menghancurkan anak itu. Sebab, yang dia pikirkan hanya sepak bola," keluh pengacara yang tak diberitakan identitasnya itu.

Dia menambahkan, mereka telah melaporkan Aronberg ke direktur olahraga hingga pengawas sekolah. Namun, mereka malah mendukung Aronberg.

Pengacara itu melanjutkan, dia mempunyai data Doe mempunyai performa lebih bagus daripada anak-anak yang selama ini telah mengikuti uji coba.

Dia menuntut agar Doe dimasukkan kembali ke tim yunior. Hakim pengadilan distrik dilaporkan bakal mengumumkan keputusannya Senin (1/10/2018).

Baca juga: Masihkah Indonesia Butuh Liga Sepak Bola? Ini Komentar Sejumlah Tokoh

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turki 'Sandera' Sekitar 50 Senjata Nuklir AS yang Tersimpan di Pangkalan Udara Bersama

Turki "Sandera" Sekitar 50 Senjata Nuklir AS yang Tersimpan di Pangkalan Udara Bersama

Internasional
Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Internasional
Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X