PM Malaysia: Tak Ada Dukungan bagi Aung San Suu Kyi

Kompas.com - 01/10/2018, 13:08 WIB
Pemimpin Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menyampaikan pidato nasional di Naypyidaw pada tanggal 19 September 2017. AFP/YE AUNG THUPemimpin Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menyampaikan pidato nasional di Naypyidaw pada tanggal 19 September 2017.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia menyatakan tidak akan lagi memberikan dukungannya kepada pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi, terkait penanganan krisis Rohingya.

Melansir Straits Times pada Senin (1/10/2018) Perdana Menteri Malaysia menilai, Suu Kyi telah berubah sehingga menghilangkan kepercayaannya.

"Dia tidak ingin mengatakan apa pun terkait aksi yang dilakukan oleh militer Myanmar terhadap Rohingya," ucapnya dalam wawancara dengan media Turki, TRT World, Sabtu lalu.

Baca juga: Aung San Suu Kyi Bela Vonis Penjara untuk Dua Jurnalis Reuters

Mahathir menyebut, ketika Suu Kyi menjadi tahanan rumah, Malaysia menyerukan agar dia dibebaskan.

Pria berusia 93 tahun itu kecewa karena ketika dia menulis surat untuk Suu Kyi, tak ada balasan kepadanya.

"Kami telah mengeluhkan kepada dunia mengenai perlakuan terhadap Rohingya. Faktanya, kami menerima cukup banyak orang Rohingya di negara kami," katanya.

Di Sidang Umum PBB pada Sabtu (28/9/2018), dia berbicara atas nama penderitaan warga etnis Rohingya di Myanamr, yang kini banyak mengungsi ke Bangladesh.

Mahathir juga mempertanyakan dunia karena berdiam diri dalam pembantaian terhadap Rohingya.

Seperti diketahui, beberapa negara juga mengkritik sikap Suu Kyi dalam menanggapi krisis Rohingya.

Baca juga: Kanada Cabut Gelar Warga Negara Kehormatan Pemimpin Myanmar

Kanada bahkan telah mencabut warga negara kehormatan bagi peraih Penghargaan Nobel Perdamaian padan 1991 tersebut.

Meski seruan untuk menarik kembali penghargaan itu, komite Nobel tidak bisa melakukannya.

"Aturan dari Penghargaan Nobel Perdamaian tidak memperbolehkannya (penarikan penghargaan)," kata Direktur Komite Nobel Norwegia, Olav Njolstad.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X