Korsel-Korut Mulai Bersihkan Ladang Ranjau di Zona Demiliterisasi

Kompas.com - 01/10/2018, 11:20 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Presiden Korea Selatan Moon jae-in melambaikan tangan menyapa warga di Pyongyang Selasa (18/9/2018). Moon memulai kunjungan selama tiga hari dengan denuklirisasi menjadi agenda utama. AFP/Pyeongyang Press CorpsPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Presiden Korea Selatan Moon jae-in melambaikan tangan menyapa warga di Pyongyang Selasa (18/9/2018). Moon memulai kunjungan selama tiga hari dengan denuklirisasi menjadi agenda utama.

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara ( Korut) dan Korea Selatan ( Korsel) mengumumkan bakal membersihkan ladang ranjau di zona demiliterisasi yang memisahkan mereka.

Pasca-pertemuan Presiden Korsel Moon Jae-in dan Pemimpin Korut Kim Jong Un di Pyongyang 18 September, pejabat militer dua negara meneken perjanjian.

Baca juga: Sejak Kim Jong Un Berkuasa, Jumlah Pembelot Korea Utara Menurun

Kesepakatan itu berisi usaha menghilangkan "sikap permusuhan" dengan menghilangkan infrastruktur militer sesuai dengan Deklarasi Panmunjom yang ditandatangani 27 April.

Diwartakan Yonhap Senin (1/10/2018), Kementerian Pertahanan Korsel mengonfirmasi pasukannya sudah memulai operasi membersihkan ranjau di Panmunjom.

"Militer kedua negara bakal bekerjasama memastikan perjanjian itu bakal dilaksanakan secara normal dan sistematis," demikian penjelasan kemenhan.

Pakar ranjau via Channel News Asia berkata, terdapat jutaan ranjau yang ditanam di sejumlah kawasan perbatasan dan Zona Kontrol Sipil di Korsel.

Pengerjaan tersebut bakal berlangsung selama 20 hari ke depan. Dua Korea dan Komando PBB (UNC) juga bakal menggelar pertemuan trilateral.

Mereka bakal membahas sejumlah isu di antaranya bagaimana nasib Area Keamanan Gabungan (JSA) setelah dilaksanakan pelucutan senjata di sana.

Yonhap memberitakan, terdapat ide untuk menempatkan 35 personel masing-masing dari Korut dan Korsel untuk menghelat operasi keamanan.

Selain pembersihan ranjau, kedua Korea juga menggelar proyek ekskavasi gabungan di kawasan Cheorwon, Provinsi Gangwon, 1 April sampai 31 Oktober 2019.

Proyek itu dimaksudkan untuk mencari kerangka korban Perang Korea 1950-1953. Sebelumnya, dua negara sudah menurunkan pengeras suara yang biasanya menayangkan propaganda.

Baik Moon maupun Kim sepakat untuk menjadikan zona demiliterisasi yang biasaya identik dengan ketegangan menjadi simbol perdamaian.

Baca juga: Sisir Sisa Ranjau di Afrin, Tiga Tentara Turki Tewas

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X