Kompas.com - 30/09/2018, 12:01 WIB

Kehadiran Erdogan di masjid tersebut tidak disambut oleh wali kota Cologne Henroette Reker dan menteri utama negara bagian Armin Laschet, yang menolak untuk hadir.

Kontroversial

Cologne terletak di negara bagian Rhine Utara-Westphalia, rumah bagi sejumlah besar etnis Turki yang berpindah ke Jerman debagai "pekerja tamu" dari 1960-an.

Masjid Pusat Cologne pertama kali dibuka pada 2017, setelah 8 tahun dibangun namun belum diresmikan. Masjid ini disebut sebagai masjid terbesar di Jerman.

Ukuran bangunan dirancang untuk menyerupai kuncup bunga dan dua menara yang menjulang tinggi membuat sebaian warga tidak puas.

Baca juga: Erdogan Wajibkan Transaksi Properti di Turki Gunakan Mata Uang Lira

Persatuan Islam Turki dari Institute for Religion (Ditib) yang mengatur desain kaca dan struktur itu juga bukan tanpa kontroversi.

Kelompok ini menjalankan ratusan masjid di Jerman dengan para imam yang dibayar oleh Turki.

Dikenal karena hubungan dekatnya dengan Turki itu, maka mereka mendapat sorotan dengan beberapa anggota dicurigai sebagai mata-mata pembangkang Turki yang tinggal di Jerman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.