Kedubes Pindah ke Yerusalem, AS Dilaporkan ke Mahkamah Internasional

Kompas.com - 29/09/2018, 14:31 WIB
Gedung kedutaan AS di Yerusalem yang baru saja diresmikan pada Senin (14/5/2018). AFP / AHMAD GHARABLIGedung kedutaan AS di Yerusalem yang baru saja diresmikan pada Senin (14/5/2018).

RAMALLAH, KOMPAS.com - Pemerintah Palestina melaporkan Amerika Serikat ( AS) ke Mahkamah Internasional seteah memindahkan kedutaan besar mereka ke Yerusalem.

Russian Today mewartakan Sabtu (29/9/2018), Ramallah telah mengajukan laporan setebal 14 halaman kepada lembaga PBB yang berkedudukan di Den Haag, Belanda itu.

Baca juga: Liga Arab: Negara yang Rayakan Peresmian Kedutaan AS di Yerusalem Memalukan

Dalam laporan tersebut, Palestina menuduh AS telah melanggar Konvensi Wina 1961 tentang Relasi Diplomatik karena mengesahkan kedubes di luar Israel sebagai tuan rumah.

Sesuai dengan Rencana PBB untuk Palestina di 1947 dan sejumlah resolusi PBB lainnya, Yerusalem harus dijadikan corpus separatum.

Artinya Yerusalem harus ditempatkan berdasarkan "lembaga terpisah" di bawah pengawasan internasional. Namun, Palestina menuduh Israel menggunakan kekerasan untuk merebut Yerusalem.

Mereka mendesak Washington untuk membatalkan pengesahan kantor kedubes di Yerusalem, dan mengembalikannya ke Tel Aviv.

"Kami menuntut pengadilan agar mendeklarasikan relokasi kantor Kedutaan Besar di Kota Suci Yerusalem telah melanggar perjanjian diplomatik internasional," ujar Palestina.

AS memindahkan kedubes mereka pada 14 Mei 2018 setelah Presiden Donald Trump di 6 Desember 2017 mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pengakuan itu tidak saja menimbulkan pertentangan dari sekutu AS di Eropa, namun juga gelombang aksi unjuk rasa di Timur Tengah.

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Mahmoud Abbas menyatakan bakal melaporkan Israel ke Mahkamah Kriminal Internasional (ICC).

Mereka menganggap Tel Aviv telah melakukan kejahatan perang di antaranya genosida, pengusiran paksa, dan penghancuran permukiman Palestina.

Upaya itu mendapat ancaman dari Washington melalui Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, yang menyatakan bakal menjatuhkan sanksi kepada ICC.

Baca juga: Pidato Presiden Palestina di Sidang Umum PBB: Yerusalem Tidak Dijual

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Internasional
Menyeberang Sambil Pakai 'Headphone' dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Menyeberang Sambil Pakai "Headphone" dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Internasional
Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Internasional
Mantan Model Playboy Ini Berniat 'Nyalon' Jadi Presiden Kroasia

Mantan Model Playboy Ini Berniat "Nyalon" Jadi Presiden Kroasia

Internasional
Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Internasional
Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Internasional
Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Internasional
Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Internasional
Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Internasional
Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Internasional
Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Internasional
Kaitkan Kebakaran Hutan dengan Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis, Bintang Rugbi Australia Ini Dikecam

Kaitkan Kebakaran Hutan dengan Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis, Bintang Rugbi Australia Ini Dikecam

Internasional
AS Kini Tak Pandang Permukiman Israel di Tepi Barat Ilegal

AS Kini Tak Pandang Permukiman Israel di Tepi Barat Ilegal

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kapal Induk China Berlayar ke Selat Taiwan | Media Inggris Soroti Plastik di Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Kapal Induk China Berlayar ke Selat Taiwan | Media Inggris Soroti Plastik di Indonesia

Internasional
Dikurung di Penjara Manusia, Beruang Ini 'Dibebaskan' Setelah 15 Tahun

Dikurung di Penjara Manusia, Beruang Ini "Dibebaskan" Setelah 15 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X