Mahathir Usulkan Reformasi Sistem Hak Veto Dewan Keamanan PBB

Kompas.com - 29/09/2018, 13:04 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad ketika berpidato dalam Sidang Umum ke-73 PBB di New York Jumat (28/9/2018).AFP/KENA BETANCUR Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad ketika berpidato dalam Sidang Umum ke-73 PBB di New York Jumat (28/9/2018).

NEW YORK, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad kembali berpidato di Sidang Umum PBB setelah 15 tahun absen.

Dalam pidatonya seperti dilansir Channel News Asia Sabtu (29/9/2018), Mahathir kembali menekankan usulannya agar PBB mengalami reformasi.

Dia berkata ketika berpidato di sana 2013 sebelum dia pensiun sebagai PM, Mahathir melihat dunia telah kehilangan arah di mana negara kecil harus tunduk pada negara besar.

Baca juga: Mahathir Sebut Trump sebagai Orang yang Tak Konsisten

Saat itu, PM yang pernah berkuasa pada 1981-2003 itu menekankan perlunya reformasi sehingga negara bisa mengatur nasibnya sendiri.

Kini setelah kembali pasca-menang di pemilu 9 Mei, Mahathir mengungkapkan dia sedih karena dunia tak mengalami perubahan.

Malah, menurutnya dunia semakin kacau dibanding 15 tahun silam. Karena itu, kembali menekankan perlunya reformasi, terutama di sektor Dewan Keamanan PBB.

Mahathir berucap, lima negara anggota tetap DK PBB; Amerika Serikat (AS), China, Rusia, Inggris, dan Perancis tak bisa lagi terus bersikap superior atas dunia.

"Di satu sisi mereka harus demokratis. Namun di sisi lain mereka menyebabkan perang sipil atau pergantian rezim. Itu bukan hal bagus. Itu munafik," kecam dia dikutip The Star.

PM berusia 93 tahun itu kemudian mengusulkan sistem veto yang selama ini menjadi hak prerogatif anggota tetap DK PBB.

Biasanya, sebuah resolusi PBB tidak bisa diaplikasikan jika salah satu dari anggota tetap DK PBB mengajukan hak veto.

Mahathir mengajukan agar veto baru bisa diambil jika ada dua negara anggota tetap dengan dukungan tiga anggota tidak tetap.

"Sidang Umum kemudian mendukung keputusan tersebut melalui sistem mayoritas sederhana. Ini saja yang saya minta," tutur Mahathir.

Dia mengajukan usul serupa pada 2003. Namun, upaya reformasi itu tak mendapat hasil positif. "Saya tahu ada negara yang tentu tak senang dengan usul ini," lanjut dia.

Baca juga: Mahathir: Malaysia Nyaris Hancur karena Pemerintahan Sebelumnya

Lebih lanjut, Mahathir berharap negara lain bisa meniru Malaysia yang berhasil mendongkel sebuah rezim yang berkuasa selama enam dekade.

Dia merujuk keberhasilan koalisi Pakatan Harapan mengalahkan koalisi Barisan Nasional yang saat itu dipimpin Najib Razak dalam pemilu 9 Mei.

Mahathir menjelaskan rakyat Negeri "Jiran" sudah lama menginginkan perubahan pemerintahan yang didasarkan pada keadilan, penegakan hukum, integritas, dan bersih.

"Pemerintahan sebelumnya menggaungkan kebencian akan ras maupun agama, serta menyebarluaskan korupsi," beber Mahathir kembali.

Baca juga: Mahathir Berniat Kurangi Utang Malaysia Rp 3.500 Triliun dalam 2 Tahun

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Internasional
Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Internasional
Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Internasional
Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Internasional
Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Internasional
Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Internasional
Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Internasional
Close Ads X