Di DK PBB, Rusia dan China Minta Sanksi untuk Korea Utara Dilonggarkan

Kompas.com - 28/09/2018, 11:31 WIB
Menteri Luar Negeri China Wang Yi berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai Korea Utara, di markas PBB, New York, Amerika Serikat, pada Kamis (27/9/2018). (AFP/Don Emmert) Menteri Luar Negeri China Wang Yi berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai Korea Utara, di markas PBB, New York, Amerika Serikat, pada Kamis (27/9/2018). (AFP/Don Emmert)

NEW YORK CITY, KOMPAS.com - Pemerintah China dan Rusia menyerukan pelonggaran sanksi terhadap Korea Utara.

Pernyataan itu dilontarkan sekaligus untuk menolak desakan Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB yang menekankan kembali tentang penegakan sanksi, meski hubungan dengan Korea Utara mulai menghangat.

Melansir AFP pada Kamis (27/9/2018), seperti diketahui, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan tiga sanksi kepada Korea Utara tahun lalu.

Baca juga: Korea Utara Gelar Parade Militer Tanpa Rudal Balistik

Sanksi itu membuat negara pimpinan Kim Jong Un kehilangan pendapatan akibat program pengembangan nuklir dan rudal balistik.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan pada pertemuan di markas PBB, ada perkembangan positif terkait hubungan Korea Utara dan Korea Selatan serta menghangatnya hubungan AS-Korea Utara.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menilai, hal tersebut harus diikuti dengan pelonggaran sanksi yang telah diberlakukan sejak tahun lalu.

Wang mengatakan, PBB harus mempertimbangkan ketentuan untuk mengubah langkah-langkah sanksi dengan mempertimbangkan kepatuhan Korea Utara.

"China yakin tekanan bukanlah jalan akhir, baik dengan menerapkan sanksi dan mempromosikan penyelesaian secara politik sama pentingnya," ucapnya.

Seperti China, Rusia juga mendesak adanya peninjauan kembali terhadap sanksi tersebut.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyebut, sudah waktunya untuk mengirim sinyal positif ke Korea Utara.

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X