Kompas.com - 27/09/2018, 14:49 WIB

SYDNEY, KOMPAS.com - Perdana Menteri Australia Scott Morrison meminta warganya untuk mendukung petani di tengah kekhawatiran akan teror jarum pada buah-buahan.

Morrison menjanjikan kontrol ekspor yang lebih ketat, seiring dengan menyebarnya temuan jarum pada buah hingga ke negara lainnya.

Dia merinci beberapa langkah yang akan dilakukan pemerintah guna memulihkan kepercayaan industri, termasuk pendanaan untuk meninjau kemasan dan pemanfaatan X-ray.

Baca juga: Teror Jarum pada Buah, Swalayan Singapura Stop Impor Stroberi Australia

"Ada pekerjaan yang juga sedang dilakukan untuk mendukung komunikasi melalui rantai pasokan ke pasar internasional kami," ucapnya, seperti dikutip dari AFP, Kamis (27/9/2017).

Industri buah-buahan di Australia terguncang oleh serangkaian insiden selama beberapa pekan terakhir. Konsumen ketakutan karena meluasnya temuan jarum pada buah segar.

Sementara, pihak berwenang masih berjuang untuk menemukan pelaku sesungguhnya.

Jarum jahit ditemukan pada buah stroberi di Australia. (Facebook/Joshua Gane via ABC) Jarum jahit ditemukan pada buah stroberi di Australia. (Facebook/Joshua Gane via ABC)
Kendati demikian, banyak anggota masyarakat yang menyerukan aksi memberi stroberi secara massal.

"Itu menunjukkan kepada Anda apa yang terjadi di Australia, masyarakat datang bersama-sama dan menanggapi seruan untuk bilang 'Mari kita mendukung petani stroberi',"kata Morrison.

"Siapa pun orang yang memulai ini, dia bodoh sepenuhnya dan kita bersama dengan masyarakat Australia yang baik untuk mendukung petani stroberi," ucapnya.

Baca juga: Buah Stroberi Berjarum Australia Mulai Ditemukan di Selandia Baru

Pemerintah Australia telah mengumumkan kepada pasar internasional bahwa sejak 19 September lalu, eksportir Australia diharuskan memberikan jaminan stroberi yang dikirim bebas dari kontaminasi logal.

Pekan lalu, teror jarum telah sampai ke Selandia Baru yang membuat otoritas setempat mendorong pemeriksaan ekstra terhadap buah-buahan asal Australia.

Selain itu, perusahaan swalayan terbesar di Singapura, NTUC FairPrice, telah menghentikan semua impor stroberi dari Australia mulai Senin (24/9/2018) sebagai tindak pencegahan.

Penjualan stroberi di swalayan itu bahkan telah menurun 10 persen sejak kemunculan laporan sabotase buah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.