Kompas.com - 27/09/2018, 13:59 WIB
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir. AFP/CHRISTOPHE SIMONMenteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir.

NEW YORK CITY, KOMPAS.com - Arab Saudi mendesak pemerintah Kanada untuk minta maaf guna mengakhiri krisis diplomatik, yang mengganggu hubungan perdagangan keduanya.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir mengatakan, Kanada memiliki semua hak untuk mengkritik kerajaan Saudi tentang hak asasi manusia atau hak perempuan.

Arab News mewartakan pada Kamis (27/9/20180, namun menurutnya terlalu berlebihan ketika negara tersebut menuntut Saudi untuk segera membebaskan tahanan tertentu.

Dia menuding pemerintah Kanada memperlakukan negaranya seperti "republik pisang".

Baca juga: PM Kanada Disarankan Temui Keluarga Kerajaan Saudi untuk Minta Maaf

"Apakah kami merupakan republik pisang? Akankah negara lain menerima ini? Tidak, kami tidak," katanya dalam sebuah forum di Dewan Hubungan Asing di New York, Amerika Serikat.

"Jika Anda melakukan ini, Anda melakukan apa yang ekstremis inginkan untuk menganggu proses reformasi kami," ucapnya.

"Anda berutang maaf. Ini mudah untuk diperbaiki, minta maaf, bilang jika Anda melakukan kesalahan," ujar Al-Jubeir.

Akibat ketegangan kedua negara, Saudi mengusir duta besar Kanada awal bulan lalu dan menarik duta besarnya dari Ottawa. Saudi juga membekukan semua transaksi bisnis dan investasi baru dengan Kanada.

Kerajaan Saudi juga memindahkan semua pelajar penerima beasiswa dari Saudi keluar dari Kanada.

Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland menegaskan masalah penahanan aktivis yang memicu ketegangan dengan Saudi, hanya berfokus pada hak asasi manusia.

Baca juga: Kanada Lakukan Pembicaraan dengan Saudi di Tengah Sengketa Diplomatik

Seperti diketahui, perselisihan kedua negara tersebut dipicu oleh Kanada menyerukan pembebasan segera kepada para aktivis, termasuk aktivis kesetaraan gender peraih penghargaan internasional, Samar Badawi.

Sementara, Kemenlu Saudi menekankan, posisi Kanada dalam masalah ini tidak dapat diterima dan sama sekali tidak benar saat mengklaim sebuah kebenaran.

"Dengan menggunakan frasa 'membebaskan dengan segera' pernyataan Kanada ini amat tidak tepat, tercela, dan tak bisa diterima dalam hubungan kedua negara," kata Kemenlu Arab Saudi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.