Kompas.com - 27/09/2018, 08:06 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara selama pengarahan Dewan Keamanan PBB di Markas PBB di New York, Rabu (26/9/2018). (AFP/Don Emmert)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara selama pengarahan Dewan Keamanan PBB di Markas PBB di New York, Rabu (26/9/2018). (AFP/Don Emmert)

NEW YORK CITY, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui persahabatannya dengan Presiden China Xi Jinping bisa saja berakhir.

Pasalnya, dia menuding China berupaya intervensi dalam pemilu kongres pada 6 November 2018 untuk merusaknya secara politis.

"Sayangnya, kami menemukan bahwa China mencoba untuk ikut campur dalam pemilihan 2018 mendatang pada November terhadap pemerintahan saya," katanya dalam sambutan di Dewan Keamanan PBB, Rabu (26/9/2018), seperti dikutip dari CNN.

Baca juga: Tolak Seruan Trump, Macron Ingin Iran Tetap Jual Minyak

Trump menilai, upaya campur tangan pada pemilu Kongres merupakan ajang balas dendam China terhadap perang dagang yang dia lakukan.

"Mereka tidak ingin saya atau kami untuk menang karena saya adalah presiden pertama yang pernah menantang China dalam perdagangan," ucapnya.

"Kami menang dalam perdagangan. Kami menang di setiap level. Kami tidak ingin mereka ikut campur atau intervensi dalam pemilihan mendatang," imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Trump mengaku memiliki bukti untuk mendukung klaimnya tersebut.

"Kami punya bukti. Itu akan dikeluarkan. Saya tidak bisa bilang sekarang, tapi itu ada," ucapnya.

Melansir AFP, dia mengatakan, hubungannya dengan Xi mungkin akan menjadi memburuk. Padahal, sebelumnya, Trump sempat memuji pemimpin China itu atas perannya dalam membantu memberikan tekanan pada Korea Utara terkait program nuklirnya.

"Dia mungkin bukan teman saya lagi, tapi saya pikir dia mungkin menghormati saya," ujarnya.

Baca juga: Pidato Trump Ini Bikin Para Pemimpin Dunia di Markas PBB Tertawa

Seperti diketahui, AS pada pekan ini memberlakukan tarif impor baru pada barang-barang China senilai 200 miliar dollar AS.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menolak tudingan yang disebutnya sebagai tuduhan tidak berdasar.

"Kami tidak dan tidak akan mencampuri urusan domestik negara mana pun. Kami menolak untuk menerima tuduhan tidak berdasar terhadap China," katanya dalam sesi yang dipimpin Trump di Markas PBB.



Sumber CNN,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.